Reog Ponorogo, Warisan Leluhur yang Sarat Nilai Moral dan Spiritualitas

Jurnalis: Michelle Gabriela
Editor: Muhammad Faizin

14 Okt 2025 05:15

Headline

Thumbnail Reog Ponorogo, Warisan Leluhur yang Sarat Nilai Moral dan Spiritualitas
Penampilan Reog Ponorogo Saat HUT Jawa Timur Ke-80 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Billy Reksodikromo/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional khas Jawa Timur dari Kabupaten Ponorogo. Reog menggabungkan unsur tari, musik, dan drama, serta sarat nilai moral, sejarah, dan spiritualitas.

Sejak dilahirkan di Ponorogo, Reog telah menunjukkan ciri khas daerahnya, sehingga seni ini menjadi kebanggaan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ciri khas itu membedakan Reog dari kesenian lain.

Ciri khusus Reog antara lain adalah: Mengandung unsur mistik yang dipercaya sebagian pelaku, Ditampilkan dalam bentuk sendratari (drama tari), Dapat dipentaskan di tempat mana saja sesuai kebutuhan.

Menurut dokumen resmi dalam Repositori Kemendikbud, setelah seiring berjalannya waktu Reog tidak hanya hidup di daerah asal tetapi juga berkembang ke berbagai daerah lain. Di Ponorogo, Reog menjadi kesenian yang sangat digemari dan diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:
Cuaca Kota Surabaya 5 April 2026 Diprakirakan Berawan, Ponorogo dan Pasuruan Cerah

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan merencanakan pembangunan Monumen dan Museum Reog Ponorogo di Kabupaten Ponorogo.

Desain monumen ini terinspirasi dari bentuk Dadak Merak yang merupakan simbol keagungan dan keberanian dalam budaya Reog serta mencerminkan keharmonisan antara kekuatan dan keindahan.

Museum ini diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat edukasi dan refleksi budaya.

Selain itu, dalam perayaan Hari Jadi Jawa Timur ke-80 pada tanggal (12/10), Reog Ponorogo tampil memukau sebagai salah satu pertunjukan utama di Surabaya, pada puncak acara di Grahadi.  

Baca Juga:
Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Reog juga menjadi elemen simbolis dalam logo resmi HUT Jawa Timur ke-80, melambangkan kekuatan, keberanian, dan identitas budaya Jawa Timur. 

Reog secara resmi telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional dan, pada 3 Desember 2024, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia (UNESCO). (*)

Baca Sebelumnya

Perbasi Jatim Gelar Penjaringan Ketum Baru 2025-2029, Syarat Harus Setor Rp150 Juta

Baca Selanjutnya

Nama Organisasi Tercoreng, HMI Cabang Sorong Akan Buat Laporan Polisi dan Demo Wali Kota

Tags:

Reog Ponorogo hut jatim 80 warisan kebudayaan Ponorogo Museum Reog Ponorogo

Berita lainnya oleh Michelle Gabriela

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim  Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

17 Maret 2026 10:32

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

16 Maret 2026 12:25

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

13 Maret 2026 15:00

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

12 Maret 2026 11:40

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

10 Maret 2026 14:07

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

7 Maret 2026 13:44

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar