Reog Ponorogo Memukau Dunia di Forum UNESCO Kreatif ke-10 Jinju Korea Selatan

Editor: Aziz Mahrizal

22 Jun 2025 16:24

Thumbnail Reog Ponorogo Memukau Dunia di Forum UNESCO Kreatif ke-10 Jinju Korea Selatan
Delegasi Komite Kota Kreatif Ponorogo hadir dalam The 10th Jinju UNESCO Creative City International Academic Forum pada 10 Juni 2025, di City Hall of Jinju, Korea Selatan. (Foto: Komite Kreatif Ponorogo)

KETIK, PONOROGO – Ponorogo, yang dikenal lewat budaya Reog dan semangat tradisionalnya, mencuri perhatian global saat delegasi Komite Kota Kreatif Ponorogo hadir dalam The 10th Jinju UNESCO Creative City International Academic Forum pada 10 Juni 2025, di City Hall of Jinju, Korea Selatan. 

Delegasi Komite Kreatif Ponorogo terdiri Hamy Wahyunianto, Panca Waluyo, dan Very Setiawan. Misi utamanya adalah diplomasi budaya dan langkah strategis menuju pengakuan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Meskipun awalnya tidak tercantum sebagai pembicara resmi, Ponorogo mendapatkan kesempatan emas berkat undangan langsung dari Prof. Jeong Byung-hook, Koordinator Global UNESCO untuk Crafts & Folk Art. Ini bukan hanya momen penting, tetapi juga babak baru dalam diplomasi budaya Indonesia.

Dalam penampilan spontan tersebut, Very Setiawan, mewakili Komite Kota Kreatif Ponorogo, membawakan presentasi bertajuk “Culture, Cities, Creativity (CCC)”.

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

“Kami menampilkan Ponorogo sebagai kota budaya dengan nilai-nilai tradisional yang kuat dan potensi yang luar biasa dalam industri kreatif. Dikenal sebagai 'Bumi Reog,' Ponorogo memiliki sejarah yang kaya dalam seni pertunjukan,” ujarnya.

Kepercayaan diri ini menjelaskan bahwa Ponorogo bukan hanya daerah asal Reog, tetapi juga tuan rumah berbagai acara budaya prestisius dari Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo hingga International Mask and Folklore Festival yang mendasari kesiapan Ponorogo untuk meraih status UNESCO Creative Cities Network.

Prof. Jeong Byung-hook, yang memimpin UNESCO Crafts & Folk Art, menyatakan apresiasinya terhadap presentasi delegasi Ponorogo. 

"Presentasi ini memperkuat mosaik budaya global. Ponorogo menunjukkan bagaimana tradisi mendorong kreativitas," ujarnya.

Baca Juga:
Cuaca Kota Surabaya 5 April 2026 Diprakirakan Berawan, Ponorogo dan Pasuruan Cerah

Sambutan hangat juga datang dari Wali Kota Jinju, Kyoo-il Jo. Pertemuan resmi di balai kota mengukuhkan kesiapannya mendorong kerja sama lintas kota kreatif: Jinju–Ambon–Ponorogo.

Sukses diplomasi ini tidak lepas dari peran Prof. Ronny Loppies, Direktur Ambon Music Office (AMO). Ia mempresentasikan topik “The power of Ambonese music and social interaction through local wisdom Pela and Gandong is vital in conflict resolution”.

Kontribusi ini memperkaya pertemuan dan membuka peluang jalinan budaya antara Ambon dan Ponorogo. Satu lagi langkah strategis dalam memperkuat jejaring budaya UNESCO.

Hasil dari forum internasional di Jinju membuahkan sejumlah capaian penting. Pertama, pengakuan global mulai mengarah positif. 

Prof. Byung Hook Jeon, Koordinator Global UNESCO untuk kategori Crafts and Folk Art, menyatakan sinyal dukungan terhadap pengajuan Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kedua, diplomasi budaya ini ditindaklanjuti dengan penyusunan MoU trilateral antara Jinju, Ambon, dan Ponorogo yang akan memperkuat kerja sama budaya antar kota dan mendukung peran duta budaya masing-masing.

Ketiga, keberhasilan ini juga tak lepas dari peran kunci Prof. Ronny Loppies, Direktur Ambon Music Office, yang telah memfasilitasi dan menjembatani kolaborasi antara Indonesia dan Korea melalui pendekatan budaya yang inklusif dan profesional.

Dan yang tak kalah penting, forum ini memberi eksposur media yang luas. Banyak media meliput keterlibatan Delegasi Ponorogo, memperkuat citra Ponorogo sebagai daerah yang aktif di panggung budaya internasional.

“Kami sangat gembira menyaksikan jembatan budaya yang terbangun antar benua. Semangat dan tradisi Ponorogo bersinar terang di Jinju,” ujar Prof Jeong. 

“Interaksi musik dan budaya lokal bukan hanya soal seni, tapi juga upaya membangun kedamaian dan pemahaman,” tambah Prof Loppies. (*)

Baca Sebelumnya

Banjir di Pulau Bacan: 640 Keluarga Mengungsi, 2 Unit Jembatan Patah 1 Rumah Rusak

Baca Selanjutnya

Pordasi Kediri Ukir Sejarah, Sabet Juara Umum Cabor Berkuda di Porprov Jatim IX 2025

Tags:

Komite Kreatif Ponorogo Reog Ponorogo reog Ponorogo UNESCO Creative Cities Network Unesco Jinju

Berita lainnya oleh Aziz Mahrizal

Perkuat Silaturahmi, RT 05 RW 13 Kelurahan Merjosari Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

19 April 2026 09:52

Perkuat Silaturahmi, RT 05 RW 13 Kelurahan Merjosari Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

16 April 2026 15:15

Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai

16 April 2026 12:33

Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

15 April 2026 13:59

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

12 April 2026 14:28

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

12 April 2026 12:05

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda