KETIK, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan anomali dalam pemeriksaan ribuan rekening virtual account milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hasil verifikasi menunjukkan sebanyak 414 SPPG memiliki permasalahan, mulai dari rekening ganda hingga rekening yang menerima dana meski dapurnya belum beroperasi.

Temuan tersebut diungkapkan Kepala BGN, Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2026.

Sudaryono menjelaskan, anomali ditemukan setelah BGN melakukan pemeriksaan terhadap ribuan rekening virtual account yang digunakan sebagai rekening penampungan dana operasional dapur SPPG.

"Dalam proses pemeriksaan, setelah kami periksa ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali," ujarnya.

Baca Juga:
Kabinet 48 Menteri vs 15 Menteri Bayangan, Siapa Mengawasi Siapa?

Menurut Sudaryono, pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data rekening penerima transfer dana dari pemerintah pusat dengan kondisi operasional masing-masing dapur SPPG.

Dari hasil pencocokan tersebut, ditemukan sejumlah rekening yang telah menerima dana meskipun dapur yang bersangkutan belum beroperasi.

Selain itu, terdapat pula satu dapur yang memiliki lebih dari satu rekening virtual account.

"Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur dalam bentuk virtual account, ternyata ada dapur yang belum beroperasi atau satu dapur memiliki beberapa rekening virtual account," katanya.

Baca Juga:
Prabowo: Negara Gagal karena Elitenya Ribut, Indonesia Jangan Begitu

BGN kemudian melakukan verifikasi terhadap seluruh rekening yang terindikasi bermasalah.

Hasilnya, sebanyak 414 SPPG masuk dalam kategori temuan anomali.

"Setelah kami verifikasi satu per satu, kami menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya ganda atau dapurnya belum ada maupun belum beroperasi," jelas Sudaryono.

Ia mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi yang saat ini melibatkan 27.469 dapur SPPG di berbagai daerah.

Menurutnya, BGN tidak hanya memantau dapur yang telah beroperasi, tetapi juga menelusuri laporan maupun keluhan yang disampaikan masyarakat terkait operasional SPPG.

"Kami memonitor 27.469 dapur yang saat ini beroperasi. Yang berjalan maupun yang tidak berjalan kami cermati semua, termasuk berbagai aspirasi yang masuk," ujarnya.

Sudaryono menyebut BGN menerima berbagai masukan melalui beragam saluran, mulai dari surat elektronik, pesan singkat, surat resmi, hingga pengaduan yang disampaikan secara langsung.

Ia menegaskan seluruh laporan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam memastikan pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan.

"Kita ini setiap hari mengurusi ribuan dapur SPPG dengan ribuan rekening virtual account," katanya.(*)