Regrouping Sekolah Masa Kecil SBY Tuai Pro Kontra, Ini Kata Pemkab Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

15 Apr 2025 17:59

Thumbnail Regrouping Sekolah Masa Kecil SBY Tuai Pro Kontra, Ini Kata Pemkab Pacitan
Sekolah Dasar Negeri (SDN) tempat Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenyam pendidikan dasar yang bakal di regrouping. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan untuk melakukan regrouping atau penggabungan antara SDN 1 Baleharjo dan SDN Baleharjo 2 menuai reaksi beragam dari wali murid.

Sebagian dari mereka menyampaikan penolakan. Pasalnya, SDN 1 Baleharjo dikenal sebagai salah satu sekolah dasar favorit di Kota 1001 Goa.

Sekolah ini juga memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi tempat Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenyam pendidikan dasar.

Selain itu, prestasi akademik dan non-akademik sekolah ini juga kerap menonjol di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Ini sekolahnya Bapak SBY, belum lagi prestasi-prestasi luar biasa yang telah diraih. Sekolah ini punya nilai historis dan emosional bagi warga Pacitan. Maka kami tidak bisa tinggal diam jika sekolah ini harus digabung tanpa alasan yang jelas,” ungkap Ketua Komite SDN 1 Baleharjo, Mohtarom, Selasa, 15 Maret 2025.

Ia menambahkan, sebagian besar wali murid mengkhawatirkan dampak ekonomi dan psikologis dari regrouping tersebut.

“Sebagian orang tua bekerja sebagai petani. Jika terjadi perubahan yang membuat akses semakin jauh atau sistem berubah total, tentu akan menyulitkan kami," imbuhnya.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan menegaskan bahwa regrouping dilakukan dengan pertimbangan menyeluruh dan tidak akan menghapus identitas maupun sejarah sekolah.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Wahyono, menjelaskan bahwa nama SDN Baleharjo akan tetap digunakan, hanya saja nomor urut 1 dan 2 akan dilebur dalam satu manajemen.

Soal historisnya, ia berjanji juga tidak akan hilang.

"Gedung dan catatan sejarah tetap ada. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada camat, lurah, komite, wali murid, dan tokoh masyarakat. Secara umum, semua sudah memahami konsep yang pemerintah tawarkan,” ujar Wahyono.

Pun ia menambahkan, kedua gedung sekolah tetap akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Tidak kemudian dikosongkan.

Regrouping ini, kata dia, dilakukan agar tidak ada kesenjangan prestasi antar sekolah serta merespons tren penurunan jumlah siswa baru dalam beberapa tahun terakhir.

“Tujuannya murni untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan penggabungan ini, kami berharap ada pemerataan kualitas guru, sarana, dan program pendidikan,” tambahnya.

Wahyono mengakui, memang sempat ada penolakan di awal sebelum proses uji publik dilakukan. Namun setelah dialog terbuka, menurut Wahyono, sebagian besar pihak mulai memahami dan menyetujui rencana tersebut.

Saat ini, proses koordinasi dan finalisasi teknis masih terus berlangsung.

Pemerintah berharap, dialog dengan masyarakat terus terbuka agar keputusan yang diambil benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Pacitan. (*)

Baca Sebelumnya

Pipa PDAM Jebol Surabaya, Pansus LKPJ Desak Camat Lurah Kawal Dana Kelurahan

Baca Selanjutnya

‎Pemandian Air Panas Cangar Akan Kembali Dibuka dari Jalur Kota Batu

Tags:

pacitan Regrouping

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar