KETIK, BANGKALAN – Memperingati 10 tahun perjalanan organisasi, Kacong Mahfud Institut (KMI) menggelar refleksi dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum mengevaluasi kiprah organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mengusung semangat "Satu Dekade Perjuangan, Berhenti Berpikir Diri Sendiri, Mari Berbagi", kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan KMI selama satu dasawarsa tidak hanya diukur dari usia organisasi, tetapi juga dari sejauh mana kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat.

Direktur KMI, Abdul Hakim, mengatakan tema refleksi dipilih sebagai ruang introspeksi terhadap seluruh program yang telah dijalankan selama sepuluh tahun terakhir. Menurutnya, setiap kegiatan perlu dikaji untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

"Kita mengangkat tema refleksi. Artinya kita mencoba mengkaji hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini, apakah itu berdampak terhadap masyarakat secara kebermanfaatan atau tidak. Sehingga dari refleksi ini, apabila menurut kami dan masyarakat itu baik, akan kami lanjutkan. Namun jika ada yang perlu dievaluasi bersama, maka akan kita evaluasi," ujar Abdul Hakim. Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menegaskan, hasil refleksi tersebut akan menjadi pijakan bagi KMI dalam menyusun langkah-langkah ke depan. Program yang terbukti memberikan dampak positif akan terus dikembangkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan pembenahan agar organisasi semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Memasuki usia ke-10 tahun, KMI juga berkomitmen untuk terus eksis sebagai organisasi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial di Kabupaten Bangkalan. Salah satu strategi yang akan diperkuat ialah membangun kolaborasi dengan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan agar semakin banyak generasi muda terlibat dalam aksi-aksi sosial.

"Ke depan tentu KMI ini harus terus eksis dalam berkontribusi terhadap masyarakat. Caranya, kami akan selalu menggandeng organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Bangkalan agar mereka juga ikut berkontribusi terhadap masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Pembina KMI, H. Mahfud, memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan KMI selama satu dekade terakhir. Menurutnya, organisasi tersebut telah membuktikan komitmennya dalam menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap semangat pengabdian yang selama ini menjadi identitas KMI terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, KMI diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya pemuda-pemudi yang memiliki kepedulian sosial serta siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Peringatan satu dekade KMI pun tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen menghadirkan program-program yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan tema yang diusung, KMI menegaskan bahwa nilai utama yang ingin terus ditanamkan adalah semangat berbagi dan mengabdi. Sebab, bagi KMI, keberadaan sebuah organisasi akan memiliki arti apabila mampu memberikan manfaat yang luas bagi sesama. (*)

Baca Juga:
Bangkalan Dapat 21 Proyek PAMSIMAS 2026, Prioritaskan Daerah Rawan Kekeringan
Baca Juga:
Pemerhati: PAN Sleman Terpuruk Dihantam Kasus Korupsi Sri Purnomo dan Raudi Akmal, Harus Segera PAW!