KETIK, MALANG – Ratusan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak bencana gempa bumi. Sebagai bentuk kepedulian, Rektor Unitri Prof. Dodi Wirawan Irawanto menyiapkan skema keringanan biaya pendidikan bagi para mahasiswa tersebut.

Prof. Dodi menjelaskan pihak kampus saat ini masih mendata mahasiswa lama maupun mahasiswa baru. Ia menegaskan, mahasiswa baru dari daerah terdampak yang sudah tiba di Malang tetap menjadi perhatian pihak kampus.

"Banyak mahasiswa baru asal dari daerah terdampak itu sudah di Malang. Kami di kampus tidak tinggal diam. Jika kondisi orang tua di daerah terdampak itu memang membutuhkan bantuan, yang bisa kami lakukan adalah memberikan banyak skema keringanan terkait dengan pembiayaan yang muncul di awal tahun ini," ujarnya, Kamis 20 Agustus 2026.

Selain itu, koordinator wilayah (korwil) alumni turut aktif melaporkan kondisi terkini dari lokasi bencana. Berdasarkan laporan yang diterima kampus, beberapa alumni Unitri dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

"Dari beberapa simpul koordinator wilayah alumni banyak yang melaporkan, banyak saudara-saudara kita terdampak. Bahkan ada lulusan kami yang tertimpa reruntuhan dan meninggal dunia. Saya lupa berapa jumlahnya. Namun di kampus kami reaktif," lanjutnya. 

Baca Juga:
Kota Kediri Kirim Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa di NTT

Ia mencatat ada lebih dari 100 mahasiswa aktif dan sekitar 30 mahasiswa baru Unitri yang berasal dari wilayah terdampak. Bentuk keringanan biaya masih diformulasikan berdasarkan hasil survei.

"Seperti sejauh mana keluarga di daerah terdampak itu membutuhkan bantuan finansial. Sehingga pembayaran-pembayaran yang harus dilakukan di kampus kita akan lakukan penyesuaian," tuturnya.

Keringanan tersebut rencananya dialokasikan melalui SPP dan biaya registrasi ulang (herregistrasi). Besaran potongan belum ditetapkan karena masih menunggu hasil verifikasi kondisi ekonomi keluarga.

"Sebagian besar dari mereka kan penerima beasiswa juga. Paling yang bisa kita berikan keringanan adalah persentase biaya herregistrasi. Tapi sebelum ada musibah pun, teman-teman dari daerah yang tidak bisa bayar langsung, kita berikan keringanan mencicil dalam periode waktu tertentu. Khusus korban mahasiswa dari wilayah terdampak, kita akan berikan keringanan," tuturnya. 

Baca Juga:
Apakah Kita Benar-Benar Masyarakat yang Inklusif? Menjadi Manusia Tanpa Syarat

Unitri juga menggalang dana bantuan untuk keluarga mahasiswa yang terdampak melalui jaringan alumni di berbagai daerah.

"Biaya hidup bukan kita berikan ke mahasiswa, kita berikan ke keluarganya. Kita baru melakukan raker alumni nasional. Bahkan saya dengar 4 alumni baru sudah mulai usaha menyediakan transportasi untuk mengangkut bantuan sembako ke wilayah terdampak. Kita buka channel hari Minggu di segala sosial media, sudah dua digit juta rupiah yang bisa kita salurkan," pungkasnya. (*)