KETIK, PEMALANG – Ratusan guru dan kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP di Kabupaten Pemalang menerima surat keputusan (SK) penugasan dari bupati pada Minggu, 24 Mei 2026. Penyerahan SK tersebut digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Comal dan dihadiri sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) serta Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Martono.
Namun, usai menerima SK, sejumlah kepala sekolah dasar mengaku kecewa karena lokasi penugasan baru dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.
Beberapa kepala sekolah bahkan terlihat menahan tangis lantaran harus bertugas di wilayah yang cukup jauh dari domisili saat ini.
“Saya sudah tua, domisili di Beluk tapi ditugaskan di Gombong,” ujar salah satu kepala sekolah setelah menerima SK penugasan. Jarak keduanya sekitar 8 km.
Keluhan serupa juga disampaikan kepala sekolah lainnya. Ia mengaku tinggal di Desa Majalangu, tetapi mendapat penempatan tugas di wilayah Desa Medayu.
Baca Juga:
Ratusan Guru dan Kepala Sekolah di Pemalang Dikumpulkan di SKB Comal, Diduga Terkait MutasiTidak hanya itu, ada pula kepala sekolah yang berdomisili di Desa Watukumpul namun ditempatkan di wilayah Bongas.
Para kepala sekolah menilai kebijakan penugasan yang jauh dari domisili akan berdampak pada pengeluaran pribadi, tenaga, hingga waktu tempuh perjalanan menuju sekolah tempat mereka bertugas.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang dapat mengevaluasi kembali kebijakan penempatan kepala sekolah dan guru agar lebih mempertimbangkan jarak domisili dengan lokasi tugas.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pemalang, Khaeron, memberikan tanggapan singkat saat dimintai penjelasan terkait dasar pertimbangan penugasan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal para kepala sekolah.
Baca Juga:
Penakir Resmi Jadi Kampung Siaga Bencana, Wamensos Apresiasi Tagana Pemalang“Jalani saja dulu,” kata Khaeron singkat.
Kebijakan penugasan tersebut kini menjadi perhatian di kalangan tenaga pendidik, terutama bagi kepala sekolah berusia lanjut yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari untuk menjalankan tugasnya. (*)