KETIK, LABUHAN BATU – Situasi normal pada siang di inti kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu, 22 April 2026 mendadak heboh.
Pasalnya, ditemukan seekor ular jenis piton sepanjang 3 meter bersarang di antara pelepah pohon palem pinang taman kota.
Menurut warga setempat Husin, awalnya, petugas juru parkir di jalan Ahmad Yani, tepatnya areal warkop Akur Bienam Rantauprapat, melihat ular di pohon tengah kota itu.
Setelah heboh, seorang penikmat kopi dan roti di warkop legendaris itu, langsung berlari dan berupaya menjatuhkan ular dengan kayu.
Baca Juga:
Sisi Utara Alun-alun Pacitan Ditata Ulang, Sejumlah Bangku Sementara DibongkarTidak berapa lama, truk pengangkut sampah milik Pemkab Labuhanbatu secara kebetulan melintas.
Dengan tidak ada rasa takut, petugas itu pun naik ke dinding truk dan meraih batang pohon guna memanjat serta terus menarik ekor ular terbilang tidak berbisa itu.
Beberapa menit berselang, lilitan kuat ular piton pada pohon pinang akhirnya mengendur.
Dengan sentakan terukur, ular pun terjatuh dan selanjutnya dimasukkan ke kantung goni plastik. Situasi kehebohan itu sempat membuat kemacetan beberapa saat.
Keberadaan ular piton sepanjang 3 meter di antara pelepah pohon pinang taman kota Rantauprapat, menjadi keheranan warga.
Apalagi, pohon tersebut berada di inti kota dan posisinya tepat sebagai pembatas jalan. Sehingga kecil kemungkinan binatang akan berada di sana.
"Itukan kanan kirinya aspal, sangat aneh bisa ular menyeberang. Apalagi arus kendaraan selalu padat lalu lalang," sebut Irawan.
Penilaian lainnya disampikan warga lainnya Asrul. Kondisi itu malah mengesankan bahwa tanaman di taman inti kota, terkesan tidak terawat.
Sebab, jika dinas terkait selalu melakukan penataan atau perawatan, maka kecil kemungkinan ular tersebut berada di pohon itu.
"Itulah gambaran tak ada perawatan. Bayangkan, pohon untuk keindahan taman di inti kota saja pun, kesannya tak mampu merawatnya," paparnya. (*)