Rakernas GAMKI Digelar, Angkat Tema 'Dari Desa untuk Negeri: Pangan Mandiri, Warga Sejahtera'

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Rahmat Rifadin

30 Mei 2025 07:01

Thumbnail Rakernas GAMKI Digelar, Angkat Tema 'Dari Desa untuk Negeri: Pangan Mandiri, Warga Sejahtera'
Rakernas GAMKI, Dari Desa untuk Negeri, Pangan Mandiri, Warga Sejahtera di Hotel Kusuma Surakarta, 29 Mei 2025. (Foto: Agustinus Eko Rahardjo/GAMKI))

KETIK, SORONG – Krisis pangan melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini mendorong negara-negara produsen pangan lebih memprioritaskan hasil panen untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Indonesia tidak lepas dari krisis. Hal itu terbukti dari naiknya harga berbagai bahan pangan. Jumlah penduduk miskin pun terancam meningkat drastis. Oleh karena itu, pemerintah menyerukan agar semua kepala daerah mengedepankan program kemandirian pangan. Mau tidak mau, pemberdayaan masyarakat desa menjadi kunci utama mencapainya.

Persoalan tersebut menjadi topik bahasan study meeting 2 dalam Rapimnas dan Rakernas Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang diadakan di Hotel Kusuma Surakarta pada 29 Mei 2025.

Study meeting yang dimoderatori oleh Ketua DPC GAMKI Salatiga Arron Unas, ini mengangkat tema "Dari Desa untuk Negeri: Pangan Mandiri, Warga Sejahtera".

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Menjadi pembicara pertama, Pdt. Samuel Benyamin Pandie mengungkapkan bahwa masyarakat desa di Nusa Tenggara Timor (NTT) menghadapi masalah serupa. Namun ia juga mengungkapkan bahwa GMIT telah melakukan pemberdayaan masyarakat desa selama beberapa tahun terakhir.

Ketua Umum Sinode GMIT (Gereja Masehi Injil di Timor) ini menyoroti peranan gereja dalam membangun masyarakat desa. Ia mengaku prihatin melihat minat kaum muda untuk menjadi petani terus menurun. Lebih suka membeli daripada memproduksi bahan pangan. Padahal itu membuat mereka harus membayar lebih mahal.

"Saya ingatkan masyarakat bagaimana wajah masyarakat dewasa ini. Jangan sampai beberapa puluh tahun lagi masyarakat desa tidak tahu lagi cara bercocok tanam. Maka mulai sekarang masyarakat harus benar-benar mengelola semua potensi yang dimiliknya," jelasnya.

Tidak hanya mengandalkan program pemerintah, ia juga mendorong gereja menjadi motor perubahan.

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

"Gereja harus menjadi fasilitator dengan menjalin kerjasama kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Thomas Hobbes menyebut hal ini sebagai adaptive ecclesiology," imbuhnya.

Meski hasilnya tidak instan, kini wajah masyarakat desa di NTT sudah mulai berubah. Hasil panen masyarakat meningkat drastis. Masyarakat di kabupaten Rote Ndao berhasil mengembangkan komoditas bawang. Sementara di Kabupaten Kupang dan kabupaten Rote Ndao ada tambak-tambak serta hiliriasi garam yang dilakukan oleh jemaat. Tingkat kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Satya Wacana (UKSW), Theo Litaay, mengaku sangat mendukung kebijakan yang diambil GMIT. Menurutnya, desa memang harus memiliki kemandirian, keunggulan, adaptif, dan tangguh. Theo Litaay hadir mewakili Ketua Umum Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GAMKI William Wandik yang juga adalah Bupati Kabupaten Tolikara yang berhalangan hadir.

Mandiri dalam arti memiliki kesadaran untuk lepas dari ketergantungan pada pihak lain. Unggul berarti memaksimalkan semua potensi yang dimiliki, baik yang berupa aset (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Adaptif berarti mampu membaca peluang agar terus memiliki daya saing (kompetitif). Sedangkan tangguh berarti tidak mudah menyerah etika berhadapan dengan tantangan.

Memberi perspektif lain, Dosen Unpatti dan Kepala Bidang Desa Tertinggal DPP GAMKI, Risyart Far-far, mengingatkat bahwa kondisi masyarakat desa saat ini memang sangat memprihatinkan.

"Menurut data BPS tahun 2023, kondisi kemiskinan di desa mencapai 12,36 persen. Situasi makin diperparah dengan minimnya partisipasi kaum muda membangun desa," ujarnya.

Rendahnya pendidikan serta pembangunan infrastruktur menyebabkan ketimpangan antara desa dengan kota kian lebar. Akibatnya, banyak kaum muda desa pergi ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

"Guna mengatasi semua persoalan tersebut, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta pemberian akses layanan dasar (kesehatan, pendidikan, dan ekonomi) harus diperbesar," tandasnya.

Membahas tentang media pembangunan masyarakat desa, Dosen Unpatti dan Kepala Bidang ESDM DPP GAMKI, Baretha Meisar Titioka, SE, M.Si, mengingatkan agar keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dimaksimalkan.

Data dari Kementerian Desa PDTT (2023) menyatakan saat ini ada lebih dari 60.000 di seluruh Indonesia. Namun hanya segelintir yang benar-benar berkontribusi nyata pada ekonomi desa. Tata kelola yang buruk, ketiadaan sumber daya manusia yang kompeten, konflik kepentingan, dan tingginya ketegantungan pada dana desa jadi penyebabnya.

"Perbaikan menyeluruh harus dilakukan. Jangan sampai potensi besar desa hilang karena tata kelola BUMDes yang buruk," pintanya.

Rapimnas dan Rakernas GAMKI diadakan pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Kusuma dan Hotel Sunan ini dihadiri utusan DPD dan DPC dari seluruh Indonesia. Adapun tema yang diusung adalah "Asta Cita dan Generasi Emas Indonesia". (*)

Baca Sebelumnya

Anggota DPRD Raja Ampat Muamar Kadafi Serahkan Bantuan untuk 2 Rumah Ibadah di Kampung Mainyaifuin

Baca Selanjutnya

Gelar MTQ Disabilitas, Terobosan MDI di Bawah KH Choirul Anam Diapresiasi

Tags:

Rakernas GAMKI Dari Desa untuk Negeri Pangan Mandiri Warga Sejahtera

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

3 April 2026 17:15

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar