KETIK, SURABAYA – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur berupaya melahirkan generasi dai muda, mulai dari remaja masjid hingga sahabat disabilitas, lewat Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid.
Ketua Departemen Dakwah PW DMI Jatim, Dr KHA Syukron Djazilan, mengatakan pelatihan tahap pertama ini digelar di Masjid Al-Jihad Surabaya pada 4 Juli 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan dapat diakses oleh semua kalangan.
"Kami berkomitmen menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan dapat diakses oleh semua kalangan," ujar Syukron di Surabaya, Jumat.
Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berdakwah sekaligus menegaskan bahwa jalan dakwah terbuka bagi siapa saja, termasuk sahabat disabilitas.
Baca Juga:
UPN Veteran Jatim Berangkatkan 4.459 Mahasiswa KKN, Wamendes: Jadi Energi Besar Bangun DesaKetua PW DMI Provinsi Jawa Timur, Dr KH Sujak MAg, yang membuka langsung pelatihan tersebut menekankan pentingnya masjid sebagai pusat dakwah.
Ia berharap lahir kader-kader dai muda yang mampu menyampaikan pesan Islam secara santun dan menyejukkan, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman yang serba digital.
"Masjid harus menjadi rumah bersama yang memberi kesempatan kepada seluruh generasi muda untuk tumbuh dan berkontribusi dalam syiar Islam," tegas Sujak.
Menurut Syukron, pelatihan diikuti sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang terdiri atas remaja masjid putra dan putri serta perwakilan Sahabat disabilitas.
Baca Juga:
Limbah Kain Perca Disulap Jadi Scrunchie, Mahasiswa KKN UINSA Berdayakan Warga Darmo"Kehadiran peserta disabilitas menjadi wujud nyata komitmen PW DMI Jawa Timur dalam membangun dakwah yang inklusif," kata Syukron.
Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal, panitia juga menghadirkan juru bahasa isyarat (JBI) selama pelatihan berlangsung.
Pemateri pelatihan antara lain Dr. KHA. Syukron Jazilan, Dr. Uji Nurul Hidayati, dan Prof. Kamal Yusuf yang turut memotivasi para peserta, sedangkan panitia antara lain Dewi Ngaisah, M.Pd, Nur khosi’ah, dan KH. Choliq Idris, beserta tim.
Para narasumber tidak hanya membekali peserta dengan teori mengenai retorika dakwah, teknik komunikasi publik, dan penyusunan materi ceramah yang efektif, tetapi juga mengajak peserta untuk mempraktikkan secara langsung kemampuan berpidato di hadapan forum.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika setiap peserta memperoleh kesempatan tampil menyampaikan pidato dakwah.
Penampilan mereka disimak secara langsung oleh Dr. KHA. Syukron Jazilan, yang memberikan evaluasi, masukan, serta motivasi agar para peserta semakin percaya diri dan mampu menjadi dai muda yang komunikatif, berwawasan, dan berakhlakul karimah.
"Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi pendakwah muda yang mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang terbuka bagi semua. Kehadiran remaja Sahabat disabilitas dalam kegiatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak mengenal sekat. Setiap pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan," kata Syukron.
Melalui kegiatan ini, PW DMI Jawa Timur ingin menegaskan bahwa masjid adalah ruang inklusif yang merangkul seluruh elemen masyarakat.
Dengan membuka akses dan kesempatan yang setara bagi remaja, termasuk Sahabat disabilitas, diharapkan lahir dai-dai muda yang tidak hanya cakap dalam bertutur, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menyebarkan Islam yang ramah, moderat, dan penuh kasih sayang.(*)