KETIK, SURABAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengajak ibu-ibu PKK dan Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 08 Kelurahan Darmo untuk memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut dikemas dalam workshop pembuatan scrunchie yang digelar di Balai RW 08 Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Rabu, 8 Juli 2026.
Workshop tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN UINSA yang bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha melalui pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Sejak kegiatan dimulai, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.
Mahasiswa memberikan materi mengenai potensi kain perca yang masih layak dimanfaatkan, kemudian mengajak peserta mempraktikkan langsung pembuatan scrunchie atau ikat rambut.
Untuk mendukung kegiatan, mahasiswa telah menyiapkan berbagai perlengkapan, mulai dari kain perca, benang, karet, jarum jahit, mesin jahit portabel, hingga label dan kemasan produk.
Peserta pun mendapat pengalaman menjahit secara langsung menggunakan mesin jahit portabel.
Hasil scrunchie yang selesai dibuat dapat dibawa pulang sebagai karya masing-masing.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga diajak memahami bahwa limbah kain perca masih memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi apabila diolah secara kreatif.

Ketua RW 08 Pakis Gelora, Djoko Sadjono, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UINSA yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN ini. Selain memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu, kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana memanfaatkan kain perca menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Semoga ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan setelah kegiatan ini selesai," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Hanif Maulana, mengatakan workshop tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan berbasis kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar bersama, tetapi juga dapat menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan kain perca menjadi produk yang bernilai. Harapannya, keterampilan sederhana ini dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar," katanya.
Menurut Ahmad Hanif, keterampilan sederhana seperti membuat scrunchie dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan limbah tekstil.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya berharap masyarakat semakin terdorong memanfaatkan bahan-bahan yang masih layak pakai menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah setempat, ibu-ibu PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) diharapkan terus melahirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.(*)
.png)