KETIK, SLEMAN – Kebahagiaan luar biasa tengah menyelimuti warga Bumi Sembada setelah klub kebanggaan mereka, PSS Sleman, dipastikan resmi kembali promosi ke kasta tertinggi Liga 1 (Super League) untuk musim 2026/2027.
Kepastian ini diraih setelah tim berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) tersebut tampil perkasa mengalahkan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0 pada Minggu, 3 Mei 2026.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Senin petang, 4 Mei 2026, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan PSS Sleman menembus kasta tertinggi adalah buah dari doa seluruh masyarakat Sleman dan menjadi kado yang sangat spesial di tengah suasana menjelang peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
"Alhamdulillahirabbil'alamin, sangat bersyukur Allah memudahkan doanya masyarakat Sleman, PSS Sleman langsung naik peringkat satu. Wah, ini bukan cuma kado hari jadi Sleman, tapi kado buat seluruh warga Sleman. Hari jadi itu kebetulan saja berdekatan, tapi ini ada rasa yang puas," ujar Harda Kiswaya saat ditemui awak media, Senin 4 Mei 2026.
Sesalkan Gesekan Suporter di Godean
Meski merasa puas dengan prestasi tersebut. Nanun Bupati Harda tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya terkait dinamika di akar rumput. Ia menyayangkan adanya insiden perselisihan antar suporter yang terjadi pasca pertandingan, khususnya aksi penghadangan di wilayah Godean yang sempat memicu keramaian.
"Ada rasa yang puas, tapi juga prihatin kaitannya masih ada perselisihan antar suporter. Kemarin di Godean itu kan ada kejadian suporter PSS pulang, ya dicegat suporter yang, mohon maaf saya tidak menyebut siapa pun. Tetapi terjadi penghadangan sehingga ramai. Sehingga polisi perlu bekerja keras dan sebagainya. Hal semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi," tegasnya.
Baca Juga:
Perkuat Pengawasan PDAM Tirta Sembada, Bupati Sleman Lantik Kepala Dinas PU Jadi Dewan PengawasSeruan Persaudaraan Sesama "Wong Jogja"
Bupati Harda menekankan bahwa fanatisme dalam mendukung klub bola adalah hal yang positif, asalkan tidak dicoreng dengan aksi kekerasan yang merugikan masyarakat umum. Ia mengingatkan kembali pentingnya menjaga kerukunan sebagai sesama warga Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kita kan sama-sama orang Jogja lah. Kita dukung fanatisme klub menurut saya baik, tapi jangan cara seperti itu meluapkannya. Sehingga mengganggu orang lain yang tidak tahu apa-apa," tambah Bupati Harda.
Penegasan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sleman untuk memastikan situasi wilayah tetap kondusif menjelang puncak perayaan Hari Jadi ke-110 yang mengusung semangat "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman". Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap kedewasaan suporter dapat menjadi cerminan dari keamanan dan kedamaian di Bumi Sembada. (*)