Program Car Free Day Kota Blitar Disorot, Dugaan Sumbangan Wajib Rp5 Juta Bikin Resah Pengusaha

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Gumilang

18 Okt 2025 11:00

Thumbnail Program Car Free Day Kota Blitar Disorot, Dugaan Sumbangan Wajib Rp5 Juta Bikin Resah Pengusaha
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat di acara car free day, Sabtu 18 Oktober 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Program Car Free Day (CFD) di Kota Blitar yang sejatinya digagas untuk mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat interaksi sosial warga, kini justru menimbulkan kontroversi baru.

Di balik gegap gempita kegiatan mingguan tersebut, terselip dugaan adanya permintaan sumbangan hingga Rp5 juta per pekan kepada sejumlah pengusaha lokal.

Informasi diterima Ketik.com menyebutkan, permintaan sumbangan disampaikan kepada pengusaha dari berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, pariwisata, perbankan, hingga kuliner. Besaran ditetapkan disebut-sebut tak bersifat sukarela, melainkan “giliran wajib” bagi para pengusaha tiap pekan.

Salah seorang pengusaha yang enggan disebut namanya mengaku keberatan atas mekanisme tersebut.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

“Kalau cuma sekali-dua kali untuk kegiatan sosial, kami tidak masalah. Tapi kalau diminta tiap pekan dan jumlahnya sudah ditentukan, ya memberatkan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang sedang sulit, kami juga punya banyak beban operasional,” ungkapnya kepada Ketik.com.

Nada serupa datang dari pengusaha lain. Mereka mempertanyakan dasar kebijakan itu dan menduga kegiatan CFD dijalankan tanpa dukungan anggaran resmi.

“Kalau memang program pemerintah, harusnya sudah ada pos anggarannya. Jangan malah pengusaha yang disuruh menutup biaya kegiatan. Itu tidak adil,” ujar sumber lain dari kalangan pelaku usaha jasa di Blitar.

Selain keresahan dari sektor swasta, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menilai penyelenggaraan CFD setiap Minggu mengganggu waktu keluarga.

Baca Juga:
Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

“Kami kerja dari Senin sampai Sabtu, hari Minggu seharusnya bisa istirahat. Tapi sekarang justru diminta hadir, ya tentu mengganggu,” keluh salah satu ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Program CFD sendiri sejatinya bukan hal baru. Kegiatan ini telah dijalankan sejak masa Wali Kota sebelumnya, Santoso, namun kini kembali dilanjutkan dengan format berbeda di bawah kepemimpinan Syauqul Muhibbin. Bedanya, kali ini muncul keluhan karena pola pelaksanaan yang dianggap lebih memberatkan dan kurang transparan.

Tokoh masyarakat Blitar, Muhamad Yunus, menilai program pemerintah daerah seharusnya dirancang berdasarkan kebutuhan publik, bukan kepentingan seremonial.

“Kegiatan seperti CFD bagus, tapi harus dikaji dengan matang. Jangan sampai niatnya baik tapi caranya salah. Kalau melibatkan masyarakat dan dunia usaha, harus ada transparansi, bukan kewajiban sumbangan yang menimbulkan rasa tidak nyaman,” tegas Yunus.

Menurut Yunus, pemerintah daerah perlu menata ulang mekanisme pelaksanaan CFD agar lebih inklusif.

“Car Free Day seharusnya menjadi ruang publik bagi masyarakat tanpa beban. Pemerintah bisa menggandeng sponsor dengan cara yang etis dan terbuka, bukan dengan cara yang membuat pengusaha merasa terpaksa. Pemerintah itu pelayan rakyat, bukan pemungut dana,” tambahnya.

Terkait dugaan pungutan sumbangan tersebut, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar, Drs. Hakim Sisworo, M.Si., membantah adanya permintaan dana dengan nominal tertentu.

“Pembiayaan kegiatan CFD itu sudah di bawah KPTSP. Tidak ada sumbangan dengan nominal seperti yang diberitakan. Kalau ada sponsor, itu bukan dalam bentuk uang, tapi bisa berupa bantuan peralatan seperti elektone dan sound system,” jelas Hakim kepada Ketik.com.

Meski begitu, sejumlah pihak berharap pemerintah dapat membuka secara rinci mekanisme pendanaan program Car Free Day agar tidak memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Kejelasan tersebut dinilai penting demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan setiap kegiatan pemerintah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.

“Pemerintah harus hati-hati. Sekali masyarakat kehilangan kepercayaan, sulit untuk dikembalikan. Transparansi adalah kuncinya,” tutup Yunus. (*)

Baca Sebelumnya

Setelah Tekanan Publik, Pangeran Andrew Serahkan Gelar dan Kehormatan Resmi

Baca Selanjutnya

Jejak Abadi Jane Austen: Ketika Sang Legenda Kini Terpahat dalam Batu

Tags:

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin Blitar Kota Blitar Car Free Day program Pengusaha 5 juta

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar