Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Jaksa Asal Jambi Pengungkap Kasus Korupsi Kelas Kakap

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

30 Okt 2024 15:30

Headline

Thumbnail Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Jaksa Asal Jambi Pengungkap Kasus Korupsi Kelas Kakap
Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.,. (Foto: Kejaksaan Negeri)

KETIK, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong yang ditangani oleh Kejaksaan Agung sedang menjadi sorotan masyarakat.

Kasus ini berhasil diungkap oleh Sang Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Dalam penanganan kasus ini, Kejaksaan Agung mengungkap adanya kerugian negara sebesar Rp400 miliar pada periode 2015-2016. 

Tak hanya kasus dugaan korupsi impor gula yang menyeret Tom Lembong, beberapa kasus korupsi besar di Indonesia pernah dibongkar oleh Febrie. Berikut profilnya.

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah

Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., adalah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung Indonesia. Jabatan yang diembannya sejak 10 Januari 2022.

Febrie dikenal memiliki pengalaman panjang dalam kejaksaan dan keahliannya dalam menangani berbagai kasus korupsi besar yang merugikan negara.

Febrie Adriansyah lahir pada 19 Februari 1968 di Jakarta, namun jaksa top ini dibesarkan di Jambi. Meski lahir di Jakarta, tapi Ia besar di Jambi.

Febrie menempuh pendidikan dasar hingga sarjana di Jambi dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jambi.

Setelah itu, Jaksa Agung Muda ini melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor dalam Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga (Unair).

Dalam disertasinya, ia membahas "Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang".

Febrie memulai kariernya di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci, pada tahun 1996, di mana ia menempati beberapa posisi, termasuk sebagai Kepala Seksi Intelijen.

Setelahnya, ia banyak berpindah tugas dan menjabat di berbagai daerah, seperti:

- Kepala Kejaksaan Negeri Bandung
- Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dan DKI Jakarta
- Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Febrie kemudian diangkat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus, lalu menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Juli 2021, sebelum akhirnya dilantik menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

Kasus-kasus Besar yang ditangani selama kariernya, Febrie aktif menangani berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan kerugian negara signifikan, seperti:

- Kasus Jiwasraya dan Asabri: Merupakan kasus korupsi besar yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah, di mana ia berperan dalam proses penyelidikan dan penuntutan.

- Kasus Garuda Indonesia: Menangani dugaan korupsi dalam pengadaan pesawat dan suku cadang, yang melibatkan mantan pejabat BUMN.

- Kasus BTS Kominfo: Kasus ini melibatkan korupsi dalam pengadaan infrastruktur telekomunikasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika

- Kasus dugaan korupsi terkait impor gula yang menyeret nama mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong, yang akrab disapa Tom Lembong. Dalam penanganan kasus ini, Kejaksaan Agung mengungkap adanya kerugian negara sebesar Rp400 miliar pada periode 2015-2016. 

Febrie juga dikenal karena komitmennya dalam melakukan penyitaan aset dalam kasus tindak pidana pencucian uang terkait korupsi, yang memperlihatkan upayanya dalam mengembalikan kerugian negara. (*) 

Baca Juga:
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Dugaan Suap Tata Kelola Pertambangan Nikel Rp1,5 Miliar
Baca Juga:
Antara Jaksa dan Nola
Baca Sebelumnya

Pemkot Surabaya dan UPN Jatim Dukung Startup Mahasiswa Lewat Bantuan Sertifikasi Halal dan Hak Merek

Baca Selanjutnya

Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung Raih Penghargaan dari PBB

Tags:

jaksa jaksa pengungkap kasus Tom Lembong profil Febrie Adriansyah Jampidsus profil Jampidsus korupsi impor gula

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend