Profesor Fakultas Pertanian UB Bahas Kesuburan Tanah dan Kelestarian Tungau

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Marno

23 Jun 2023 13:37

Thumbnail Profesor Fakultas Pertanian UB Bahas Kesuburan Tanah dan Kelestarian Tungau
Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu Utami dengan bidang Ilmu Geokimia Tanah dan Prof. Dr. Ir. Retno Dyah Puspitarini bidang Ilmu Akarologi Tanaman (foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya menambah daftar profesor baru untuk dikukuhkan pada Selasa (27/6/2023). Dua profesor tersebut datang dari Fakultas Pertanian (FP) dengan bidang keilmuan yang berbeda. 

Mereka ialah Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu Utami dengan bidang Ilmu Geokimia Tanah dan Prof. Dr. Ir. Retno Dyah Puspitarini bidang Ilmu Akarologi Tanaman.

Prof. Utami membawa konsep GeoBioKim SL untuk manajemen kesuburan tanah di lahan yang terdampak erupsi. Fenomena gunung meletus dapat dilihat dari dua perspektif yakni musibah maupun berkah. Namun ia menjelaskan bahwa letusan gunung api juga memiliki potensi keberkahan, terutama dalam hal meningkatkan kesuburan tanah.

"Tuhan memberikan berkah dari adanya gunung api. Saat meletus, dia bisa menghasilkan bahan baru di permukaan tanah. Kalau tidak, tanah di Indonesia akan jadi tanah yang tua," ujarnya, Jumat (23/6/2023).

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran

Namun lahan yang terdampak erupsi gunung api memiliki kendala sifat fisik, kimia dan biologi tanah bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Konsep GeoBioKim SL dapat diterapkan untuk memperbaiki kesuburan tanah pasca erupsi dengan memanfaatkan vegetasi dan mikroorganisme yang adaptif dengan wilayah terdampak.

"Saya mengusulkan konsep GeoBioKim SL, pemulihannya menggunakan apa yang ada di sekitar wilayah tersebut. Tergantung dengan lokasinya, jadi kita manfaatkan apa yang ada di sana," sebutnya.

Selain itu, Prof. Retno Dyah Puspitarini membahas tentang Strategi Hijau untuk kelestarian kehidupan tungau yang harmoni di agroekosistem. Tungau merupakan organisme yang hidup di lahan pertanian yang memiliki dua fungsi penting. Yaitu sebagai pemakan tumbuhan dan sebagai musuh alami tungau hama.

"Saya meneliti tentang tungau sebagai pemakan tanaman dan tungau sebagai musuh alami. Dia menyerang tanaman jadi merugikan bagi kita, tapi populasinya dibutuhkan oleh musuh alami bagi tungau, yang berbentuk tungau juga," sebutnya.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Populasi tungau hama dapat dikendalikan dengan adanya musuh alami berupa tungau predator dan serangga predator. Namun selama ini pengendalian hama hanya menitikberatkan dengan menggunakan pestisida yang tidak menguntungkan tungau predator.

"Strategi hijau itu menanam tanaman yang tahan tungau, didapatkan dari pengamatan biologisnya. Meningkatkan musuh alami tungau dengan tidak menggunakan pestisida sembarangan. Harusnya berdasarkan pemantauan, pengendalian pestisida itu digunakan kalau perlu saja," papar Prof. Retno.

Dalam hal ini, penelitian biologi menjadi dasar untuk menentukan tanaman refugia yang ditanam di sekitar lahan pertanian. Tanaman tersebut berfungsi sebagai tempat perlindungan musuh alami saat tanaman utama dipanen.(*)

Baca Sebelumnya

Kenalan via Michat, Perempuan Madiun Berhasil Gondol 3 Motor Korbannya, Begini Modusnya

Baca Selanjutnya

Ditanya Pertemuan dengan Pejabat BPK usai OTT, Heru Cahyono Berkelit

Tags:

Tungai erupsi gunung profesor ub Universitas Brawijaya

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H