KETIK, SERANG – Nama Prof Suwaib Amiruddin semakin dikenal luas setelah resmi dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten masa bakti 2026–2031.

Akademisi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Banten itu dinilai sebagai sosok pemimpin yang aktif mendorong penguatan pendidikan karakter, kepemudaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di Provinsi Banten.

Rektor dan gondrong adalah dua kata yang sangat bertolak belakang dalam lingkungan pendidikan. 

Namun tidak berlaku bagi Prof Suwaib. Rektor Universitas Banten ini hadir dengan gaya tak biasa. Prof Suwaib tampil anti mainstream di lingkungan akademik. 

Wajar saja, ia merupakan guru besar sosiologi di Universitas tersebut. Prof Suwaib merupakan rektor pertama di Universitas Banten yang berambut gondrong.

Baca Juga:
Tak Biasa! Sosok Rambut Gondrong yang Juga Profesor Ini Nakhodai Kwarda Pramuka Banten

Ia seolah memberikan pesan bahwa jiwa yang besar dan keluasan ilmu tidak bisa hanya dinilai dari penampilan.

Prof. Suwaib dikenal sebagai akademisi berlatar belakang ilmu sosiologi yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. 

Dalam perjalanan kariernya, ia tidak hanya fokus pada pengembangan dunia pendidikan tinggi, tetapi juga aktif membangun kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Di lingkungan kampus, ia dikenal dekat dengan mahasiswa dan kalangan muda. Gaya kepemimpinannya yang komunikatif serta terbuka terhadap gagasan-gagasan baru membuatnya menjadi figur yang inspiratif di lingkungan akademik. 

Baca Juga:
Suwaib Amiruddin: Pramuka Siap Kawal Pendidikan Berkarakter di Banten

Di bawah kepemimpinannya, Universitas Banten terus mendorong terciptanya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

Selain aktif di dunia pendidikan, Prof. Suwaib juga memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kepemudaan dan Gerakan Pramuka. 

Pengalamannya selama bertahun-tahun di dunia kepramukaan menjadi bekal penting dalam membangun pembinaan generasi muda yang disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Pelantikannya sebagai Ketua Kwarda Pramuka Banten menjadi harapan baru bagi pengembangan Gerakan Pramuka di daerah. 

Ia menilai Pramuka harus hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, hingga pemberdayaan sosial.

Dalam berbagai kesempatan, Prof. Suwaib juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari edukasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. 

Baginya, perguruan tinggi dan organisasi sosial harus mampu bersinergi dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

Dengan perpaduan pengalaman akademik, organisasi, dan pengabdian sosial, Prof. Suwaib Amiruddin dinilai sebagai sosok pemimpin yang membawa semangat kolaborasi, kepedulian, dan pembinaan karakter generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.(*)