Produksi Keripik Tempe Sanan Ternyata Pakai Kedelai Impor, Imbas Minimnya Kedelai Lokal

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

15 Jun 2024 06:13

Thumbnail Produksi Keripik Tempe Sanan Ternyata Pakai Kedelai Impor, Imbas Minimnya Kedelai Lokal
Kedelai impor yang digunakan untuk produksi keripik tempe di Kampung Sanan, Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Terdapat fakta mengejutkan dari produksi keripik tempe di Kampung Sanan, Kota Malang. Dikenal sebagai oleh-oleh khas Malangan, siapa sangka bahwa produksi keripik tempe masih menggunakan kedelai impor dari Amerika.

Ivan Kuncoro, Ketua RW 15 Sanan menjelaskan hampir 100 persen produksi tempe untuk keripik tempe di Kampung Sanan menggunakan kedelai impor. Hal tersebut disebabkan hasil panen kedelai lokal hanya cukup untuk tiga bulan.

"Hampir 100 persen (kedelai) dari luar negeri. Kita kesulitan untuk lokal karena pernah disurvei, sekali panen hanya cukup untuk tiga bulan," ucapnya.

"Sedangkan masa tanam kedelai kan enam bulan. Sehingga sekali panen dimasukkan ke kita saja, itu hanya cukup untuk tiga bulan," tambah Ivan, Sabtu (15/6/2024).

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Setiap harinya para pengrajin keripik tempe di Kampung Sanan memerlukan kedelai hingga 40 ton. Kedelai-kedelai tersebut biasanya dihimpun melalui koperasi, salah satunya Koperasi Primkopti Bangkit Wijaya.

Menurut Ivan, toko-toko penjual kedelai lokal pun hanya mampu memberikan 2 persen kedelai ke Kampung Sanan. Jumlah tersebut dinilai kurang mencukupi kebutuhan para pengrajin tempe sehingga ketergantungan akan kedelai impor tinggi.

"Jadi kita masih tergantung importir. Per hari yang dibutuhkan mungkin sekitar 30 hampir 40 ton yang kedelai Amerika, itu untuk semua Kampung Sanan. Itu survei 3 tahun yang lalu butuhnya 40 ton," ucapnya.

Selain itu, harga kedelai lokal juga terhitung lebih mahal dibandingkan kedela impor. Terlebih saat ini para pengrajin dihadapkan dengan fluktuasi harga kedelai impor, dari Rp6.000 hingga Rp7.000, kini telah tembus hampir Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

"Di sini lokalnya jarang, otomatis lebih mahal lokal. Mungkin selisihnya Rp500 sampai Rp1000, tapi kalau per kilo kan kita butuhnya 40 ton juga terasa mahalnya. Kalau lokal ambi dari pasar biasanya dari Pasuruan. Itu dulu pernah ada tapi sekarang udah gak ada," sebut Ivan.

Ia berharap Pemerintah Kota Malang mampu mendengarkan keluh kesah para pengrajin keripik tempe di Kampung Sanan. Meskipun telah terbiasa dengan naik turunnya harga kedelai, para pengrajin berharap terdapat subsidi kedelai di Kampung Sanan.

"Mulai 2005 pernah dicanangkan swasembada kedelai. Tapi sampai sekarang belum pernah terealisasi. Kita memang kesulitan untuk kedelai karena ini kan produk lokal kebanggaan Indonesia. Tapi mirisnya bahan baku dari luar negeri," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

More That Jazzart Java Tour Hadir di Surabaya, Gabungkan Musik Jazz dan Wayang Orang

Baca Selanjutnya

DPRD Surabaya Dorong Pemberian Label Lapak Hewan Kurban yang Aman untuk Masyarakat

Tags:

Kedelai Impor Kedelai Lokal Keripik Tempe Sanan Kampung Sanan Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H