Nostalgia dan Sehat, Layang-Layang Tetap Jadi Permainan Primadona Masyarakat Malang Raya

15 Juli 2026 18:37 15 Jul 2026 18:37

Lutfia Indah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Nostalgia dan Sehat, Layang-Layang Tetap Jadi Permainan Primadona Masyarakat Malang Raya

Ilustrasi permainan layang-layang yang mulai masif diminati kembali oleh masyarakat. (Foto: Saipul)

KETIK, MALANG – Permainan layang-layang hingga kini masih menjadi primadona bagi masyarakat Malang Raya. Setiap sore, anak-anak hingga orang dewasa ramai berkerumun di lapangan untuk menerbangkan layang-layang.

Permainan ini bukan hanya mengajak bernostalgia, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat serta menggerakkan UMKM. Saipul Doble Koclok, penggiat layang-layang sambitan asal Malang, menjelaskan bahwa tren layang-layang kembali muncul pada era 2000-an.

Dalam permainan sambitan, para pemain mengadu layang-layang dan saling mengatur strategi agar layangan lawan dapat terputus. Ketika layangan putus, para pemburu layangan pun tampil mengejar dan menangkap layangan tersebut.

"Awalnya cuma nostalgia. Eh, ternyata seru banget. Apalagi pas liburan begini, ramai sekali," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Terdapat sekitar 50 klub layang-layang di Malang Raya yang menjadi wadah untuk bertukar pendapat maupun belajar merakit layang-layang.

Melalui permainan layang-layang, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus melatih kemampuan motorik. Ia berharap layang-layang sambitan di Malang dapat terus diminati masyarakat. Pasalnya, banyak perlombaan tingkat nasional yang rutin digelar dengan peserta dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

"Harapannya, permainan ini terus lestari. Selain edukatif bagi anak-anak, juga mampu memajukan UMKM para pengrajin layang-layang di Malang," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Kota Malang Komunitas Layangan Layang-layang Sambitan Saipul Doble Koclok