KETIK, MALANG – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik terus berkembang, sekaligus membuka peluang baru bagi sivitas akademika untuk meningkatkan produktivitas penulisan ilmiah.

Menyikapi tren tersebut, Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis AI pada Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan dosen Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. Syabbul Bachri, M.HI., sebagai narasumber.

Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa semester pertama Program Doktor HKI yang memiliki latar belakang profesi beragam. Para peserta terdiri dari enam hakim Pengadilan Agama, dua pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat, seorang advokat, seorang notaris, seorang penghulu KUA, dua dosen, serta seorang aktivis sosial yang berdomisili di Melbourne, Australia.

Dalam pemaparannya, Dr. Syabbul Bachri membagikan strategi cerdas memanfaatkan perangkat kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian. Beberapa platform yang diperkenalkan dan dibahas antara lain Undermind AI, Publish or Perish, serta ChatGPT Pro.

Peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan AI pada berbagai tahapan penulisan ilmiah mulai dari penelusuran dan pengembangan referensi akademik, penyusunan kerangka tulisan, pengembangan gagasan, hingga penyusunan naskah artikel jurnal, makalah perkuliahan, dan bagian-bagian disertasi.

Baca Juga:
Buka Konferensi Internasional Perempuan, Rektor UIN Malang Ungkap 42 Persen Posisi Pemimpin Dijabat Perempuan

Pemaparan materi oleh Dr. Syabbul Bachri, M.HI., pelatihan penulisan artikel ilmiah dengan memanfaatkan teknologi AI. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Dr. Syabbul Bachri menekankan pentingnya kecakapan dalam mengoperasikan AI secara cerdas dan proporsional. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi belum mampu menggantikan soft skill seseorang.

"Teknologi tersebut dapat menjadi instrumen pendukung yang mempermudah proses akademik, tetapi tidak menggantikan kemampuan berpikir kritis, penguasaan substansi keilmuan, serta tanggung jawab intelektual seorang penulis," ujarnya.

Meskipun berlangsung secara daring, kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Mereka mengikuti pemaparan materi dengan antusias dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai kemungkinan pemanfaatan AI dalam menunjang aktivitas akademik.

Baca Juga:
Perkuat Representasi Perempuan, Prof. Ilfi Nur Diana Dampingi Larbi Benatti dalam Penganugerahan The Sixth Fatima al-Fihriya Awards

Antusiasme tersebut menjadi semakin menarik karena sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman profesional dan berada pada usia yang relatif senior. Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai hakim, pejabat pemerintahan, advokat, notaris, dosen, maupun aktivis sosial, tuntutan untuk menghasilkan karya ilmiah dan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan program doktor menjadi tantangan tersendiri.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan menemukan alternatif dan jalan yang lebih praktis untuk mengembangkan kemampuan menulis. Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu menghemat waktu, mempermudah proses pencarian literatur, mengorganisasi gagasan, serta mempercepat penyusunan berbagai tugas akademik tanpa harus mengabaikan kualitas dan kedalaman substansi tulisan.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya adaptasi dunia pendidikan tinggi terhadap perkembangan teknologi digital. Bagi mahasiswa program doktor, kemampuan memanfaatkan teknologi AI secara tepat merupakan salah satu keterampilan pendukung yang relevan dalam menghadapi tuntutan produktivitas akademik, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah dan menyelesaikan disertasi.

Melalui pelatihan ini, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas akademik, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.(*)