Prodi S2 PIPS UNESA Gelar Problem Based Learning di Mojokerto

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

4 Sep 2022 23:09

Thumbnail Prodi S2 PIPS UNESA Gelar Problem Based Learning di Mojokerto
Problem Based Learning yang dilakukan Pascasarjana PIPS UNESA di Mojokerto. (Foto: dok. PIPS)

KETIK, SURABAYA – Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melakukan pengabdian masyarakat pada guru SMP se-Kota Mojokerto. Salah satu prodi yang ikut terlibat dalam pengabdian tersebut adalah Prodi S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS). 

Ketua Prodi S2 PIPS Nasution, M.Ed., PhD memberikan pengantar pendahuluan cara membuat RPP yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Prodi PIPS UNESA sudah mengembangkan RPP dan telah terpublikasi ke dalam jurnal Internasional. 

Narasumber acara tersebut dalam acara ini dosen senior S2 PIPS, yakni: Dr. Harmanto., MPd, dan dosen muda Dr. Muhammad Jacky, M.Si. Tujuan pelatihan ini sebagai lanjutan dari pelatihan yang dilakukan secara daring sebelumnya.   

Pelatihan dihadiri guru-guru SMP se Kota Mojokerto, salah satu guru mempresentasikan Modul Ajar dengan tema “Mengenal Lokasi Tempat Tinggal.” Modul ajar ini mengajak peserta didik untuk mengenal lingkungan dengan menanam sayur sawi daging. 

Baca Juga:
Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

Presentasi modul ajar ini mendapat apresiasi sekaligus kritik yang membangun, Nasution, M.Ed., PhD mengatakan bahwa modul ajar ini masih abstrak. Memang terlihat seolah rasional tetapi masih sangat abstrak sehingga akan membingungkan peserta didik.  

“Harusnya sudah lebih empiris dengan menanam sayuran, misalnya. Aspek IPS belum terlihat dengan jelas,” sanggahnya. 

Nasution, M.Ed., PhD membuka wawasan guru-guru dengan berfikir out of the box. Jika dengan tema "Mengenal Lokasi Tempat Tinggal", maka peserta didik bisa diajak melakukan observasi terlebih dahulu ke lingkungan sosialnya. 

Nasution menjelaskan apa yang ditemukan peserta didik dari hasil observasinya, misal peserta didik menemukan kondisi sosial tentang banjir, kampung kumuh (slum area), macet di pagi hari dan sore hari, kemiskinan, lokalisasi, kriminalitas, fenomena gank dan seterusnya.  

Baca Juga:
Registrasi Ulang Camaba SNBP Unesa Dibuka Hari Ini, Berikut Tahapannya

"Ini adalah masalah sosial yang didapat peserta didik, untuk menemukan project maka masalah sosial harus ditemukan terlebih dahulu,” tegas Ketua Prodi S2 PIPS ini. 

Hal senada juga diungkapkan salah satu Narasumber, Dr. Harmanto memberikan contoh, misalnya masalah banjir yang diambil sebagai permasalahan, maka project yang diambil adalah mengurai kemacetan di Kota Mojokerto. 

Guru dan peserta didik perlu membuat kegiatan. Pertama, observasi di tempat kemacetan. Kegiatan ini akan menghasilkan instrumen observasi dan hasil observasi. 

“Setelah observasi, maka mencari akar masalah, alternatif solusi dan memilih alternatif solusi terbaik,” kata Harmanto. 

Harmanto juga menjelaskan bahwa peserta didik dapat melakukan wawancara ke masyarakat untuk mendapatkan alternatif beberapa solusi. 

Mengenai Kurikulum Merdeka di SMP, Dr. Muhammad Jacky, M.Si memberikan penekanan bahwa Kurikulum Merdeka mengajak peserta didik untuk memiliki keterampilan untuk menyelesaikan masalah secara nyata di masyarakat. 

Kurikum Merdeka di SMP juga dirancang agar peserta didik mendapat ilmu dari masyarakat dan dapat mempraktekan ilmunya juga secara langsung. Masyarakat sebagai sumber belajar. 

Pada Kurikum Merdeka ini peserta didik didorong untuk membangun pengetahuan teknis, melalui mengenal alam sekitar, potensi alam. 

“Kurikulum Merdeka ini mendorong peserta didik untuk melakukan observasi lingkungan alam, kondisi sosial, penelitian kecil-kecilan (small research) dan pemberdayaan,” tegas dosen PIPS sekaligus dosen Sosiologi.             

Peserta pelatihan dari Guru SMPN 1 Kota Mojokerto, Cipto memberikan apresiasi yang positif terhadap pelatihan ini. Kurikulum Merdeka ini masih baru dan kami juga belum sepenuhnya mengerti tentang subtansi kurikulum ini. 

“Pelatihan ini bagi kami memberikan pengetahuan baru soal pentingnya mengintegrasian antara profil pelajar Pancasila dengan pembelajaran yang lebih tersetruktur,” ungkapnya. (*)

Baca Sebelumnya

1.025 Peserta Ikuti Street Race Seri Keempat Polda Metro Jaya 

Baca Selanjutnya

Warga Surabaya Bisa Daftar Beasiswa SMA Sederajat, Ini Caranya

Tags:

Unesa Universitas Negeri Surabaya PIPS Prodi S2 PIPS

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar