KETIK, SERANG – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten menggelar kegiatan Pramuka Berkebutuhan Khusus Berprestasi Tahun 2026 di halaman Gedung Kwarda Banten, Kamis 30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) se-Provinsi Banten untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus mengembangkan rasa percaya diri melalui berbagai perlombaan.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta itu menghadirkan sejumlah cabang lomba, di antaranya lomba menyanyi, cerdas cermat, menanam, dan ecoprint. Masing-masing perlombaan dirancang untuk mengasah kemampuan peserta di bidang seni, pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Kwarda Banten, Prof. Suwaib Amiruddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam menghadirkan ruang yang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi.
"Kegiatan Pramuka Berkebutuhan Khusus Berprestasi ini kami selenggarakan sebagai bentuk komitmen Gerakan Pramuka untuk memberikan kesempatan yang setara kepada anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mereka memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, berkompetisi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Suwaib.
Baca Juga:
Tinawati Andra Soni: Pramuka Harus Menjadi Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan PanganMenurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang tidak kalah dengan anak-anak lainnya apabila diberikan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang.
"Selama ini apa yang mereka pelajari di sekolah hari ini dapat mereka tampilkan melalui perlombaan di tingkat Kwarda Banten. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki bakat, kreativitas, serta kemampuan yang layak diapresiasi. Jangan pernah memandang sebelah mata kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus karena mereka mampu menghasilkan karya dan prestasi yang membanggakan," katanya.
Ia menjelaskan, setiap cabang perlombaan memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda. Lomba menyanyi menjadi wadah mengembangkan bakat seni dan kepercayaan diri peserta. Lomba cerdas cermat bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir dan pengetahuan, sedangkan lomba menanam serta ecoprint menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya berkembang dari sisi akademik maupun seni, tetapi juga memiliki karakter yang peduli terhadap lingkungan. Karena itu, perlombaan yang kami selenggarakan dirancang agar mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan mereka secara seimbang," jelasnya.
Baca Juga:
Kwarda Banten Perkuat Sinergi dengan Kwarcab Tangsel, Fokus Ketahanan Pangan dan Pembinaan PramukaSuwaib berharap kegiatan tersebut mampu menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti berkarya meskipun memiliki keterbatasan.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan percaya diri dalam menunjukkan potensi yang dimiliki. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk terus mencoba, belajar, dan berkembang," ungkapnya.
Pada akhir kegiatan, Kwarda Banten memberikan penghargaan kepada para pemenang dari setiap cabang perlombaan. Suwaib juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru pendamping, dewan juri, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia pun memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi agar tidak berkecil hati dan terus berlatih.
"Bagi peserta yang hari ini belum memperoleh penghargaan, jangan pernah menyerah. Teruslah belajar, berlatih, dan mengembangkan kreativitas. Saya yakin pada kesempatan berikutnya kalian dapat menunjukkan kemampuan yang lebih baik dan meraih prestasi yang diharapkan," tutup Suwaib.(*)