KETIK, JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menargetkan sertifikasi terhadap 467.353 guru bisa tuntas dalam waktu dua tahun. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara Simposium Guru Nasional Agama 2026 di Jakarta.
Langkah yang disiapkan antara lain percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta peningkatan bantuan insentif.
"Kami menargetkan penuntasan sertifikat bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu 2 tahun. Anggaran sebesar Rp11,59 triliun telah kami proyeksikan untuk memastikan setiap guru yang kompeten segera memiliki sertifikat pendidik dan berhak atas TPG," katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat 1 Mei 2026.
Nasaruddin Umar juga mengaku bersyukur lantaran keikutsertaan PPG dalam jabatan 2025 meningkat tajam yaitu sebesar 700 persen.
"Jika tahun 2024 ada 29.933 guru ikut PPG dalam jabatan, tahu. 2025 mencapai 206.411 guru," jelasnya.
Baca Juga:
Menag Tidak Larang Penyembelihan Hewan Kurban, Narasi di Medsos Dipastikan HoaksSementara bagi guru yang belum sertifikasi dan belum inpassing, Kemenag mengusulkan penyesuaian bantuan insentif dengan standar Upah Minimum Kabupaten/kita (UMK).
Untuk ini, pihaknya telah menganggarkan dengan proyeksi sebesar Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru.
Berdasarkan data dari Kemenag, saat ini ada 1.157.050 guru binaan. Jumlah tersebut, sebanyak 360.632 guru atau 31,2 persen Beratus ASN (PNS dan PPPK).
Sedangkan untuk lainnya, sebanyak 796.418 orang atau 68,8 persen merupakan guru non-ASN. Mereka merupakan guru yang bertugas di madrasah, sebanyak 655.622 orang.
Baca Juga:
Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia"Data ini menunjukkan satu hal yang fundamental tentang kontribusi Guru Non-ASN yang sangat tinggi. Karenanya, kebijakan tata kelola guru ke depan fokus pada penguatan status, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan profesionalisme mereka," sebut Menag. (*)