Hari Ini Masyarakat Sipil Surabaya Gelar Demonstrasi, Minta Cabut UU TNI/Polri hingga Hentikan MBG

15 Juni 2026 10:29 15 Jun 2026 10:29

Fitra Herdian, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Ini Masyarakat Sipil Surabaya Gelar Demonstrasi,  Minta Cabut UU TNI/Polri hingga Hentikan MBG

Ilustrasi - Iring-iringan demonstran saat mulai melakukan aksi di Surabaya. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Masyarakat Sipil Surabaya pada hari ini, Senin, 15 Juni 2026 menggelar aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat. Aksi ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada sore nanti.

Demonstrasi digelar sebagai respons masyarakat melihat kebijakan pemerintah yang tidak ada keberpihakan terhadap rakyat. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan bakal menyapaikan sejumlah tuntutan pada aksi demonstrasi nanti.

Pencabutan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI 2025. Menurutnya undang-undang ini memberikan karpet merah bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI. "Kembalikan TNI ke barak," tegasnya dikutip dari keterangan resmi.

Kemudian mereka menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). "Lalu turunkan harga BBM, stabilkan nilai rupiah dan juga hentikan eksploitasi alam," imbuhnya.

Sementara itu untuk lokasi, Ikhsan menjelaskan, Grahadi dipilih karena dianggap sebagai kawasan strategis yang banyak dilalui masyarakat. Maka dari itu sangat tepat untuk menyampaikan aspirasi kepada publik.

"Grahadi bagian dari jalan yang rakyat Surabaya lumrah melewati jalan itu. Kami berharap bisa menyampaikan aspirasi di gedung bersejarah," ungkapnya.

Aksi demonstrasi, katanya terbuka bagi berbagai elemen, mulai mahasiswa, buruh, pekerja hingga masyarakat umum.

Susul Demonstrasi Mahasiswa

Demonstrasi direncanakan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 dan Rabu, 17 Juni 2026. Pada Rabu nanti, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Timur yang menggelarnya.

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin mengatakan, pihaknya masih mematangkan persiapan, termasuk menentukan titik lokasi aksi demonstrasi.

Dalam demonstrasi yang rencananya dilaksanakan Rabu, 17 Juni 2026 itu, mahasiswa membawa lima tempat tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

“Pertama, hentikan program MBG dan KDMP. Kedua, cabut UU Polri dan UU TNI. Ketiga, turunkan harga BBM. Keempat, tolak militerisme. Kelima, menuntut penguatan rupiah,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

demonstrasi Surabaya Grahadi Surabaya Gedung Negara Grahadi Muhammad Ikhsan Aditya Berita Surabaya Info Surabaya