KETIK, TUBAN – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tanjung Awar Awar memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk stabilisasi lahan hutan di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Program ini menyasar lahan milik Kelompok Tani Hutan Wono Lestari yang sebelumnya memiliki kondisi tanah kurang stabil dan rawan longsor. FABA digunakan sebagai material campuran guna memperkuat struktur tanah serta meningkatkan daya dukung lahan.
Melalui pemanfaatan tersebut, lahan yang semula kurang produktif kini mulai dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan kehutanan secara lebih optimal.
Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar Awar, Yunan Kurniawan, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular, dengan mengolah kembali limbah produksi menjadi material bernilai guna.
Selain berdampak pada pengelolaan lingkungan, program ini juga memberi manfaat langsung bagi petani hutan, terutama dalam meningkatkan kualitas lahan garapan.
Baca Juga:
Warga Socorejo Tuban Resah, Perpanjangan SHGB Pelabuhan SIG Dinilai Minim Pelibatan MasyarakatPLN Nusantara Power turut melibatkan kelompok tani setempat melalui pendampingan teknis dalam pengolahan dan penggunaan FABA. Metode aplikasi yang tepat dinilai mampu memperbaiki tekstur tanah, meningkatkan stabilitas, serta mendukung pertumbuhan tanaman.
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis pemanfaatan FABA sebagai bagian pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Yunan dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menambahkan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat diharapkan dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi dan sosial. (*)