KETIK, BANYUWANGI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat skema PKM Edu UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata (English for Tourism) bagi pelaku wisata di Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi, pada Jumat, 3 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dan difokuskan pada penguatan kemampuan berbahasa Inggris yang aplikatif untuk mendukung pelayanan wisata pada destinasi berbasis budaya lokal.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Made Bambang Adnyana dari Program Studi Pariwisata, serta Laksmi Diana dan Muhammad Rosyid Husnul Waro'i dari Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional.
Kolaborasi lintas program studi ini dirancang untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya menekankan aspek kebahasaan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan komunikasi di sektor pariwisata.
Pelatihan dibuka dengan sesi pengantar yang disampaikan oleh Made Bambang Adnyana. Dalam materinya yang bertajuk “Kekuatan Bahasa Inggris sebagai Kunci Dunia Global”, ia menekankan bahwa bahasa Inggris berperan penting sebagai penghubung antara konteks lokal dan global.
Baca Juga:
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Tanamkan Sikap Toleransi Melalui Pohon Komitmen di SDN Medokan Ayu 2 SurabayaBahasa, menurutnya, tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari hospitality yang mencerminkan kesiapan pelaku wisata dalam melayani wisatawan dari berbagai negara.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Laksmi Diana dengan topik “Tantangan Berbahasa Inggris bagi Tour Guide”.
Ia memaparkan sejumlah hambatan yang umum dihadapi pemandu wisata, antara lain keterbatasan kosakata khusus, beragam aksen asing, penerjemahan istilah budaya lokal, storytelling spontan dan humor, serta rasa takut melakukan kesalahan tata bahasa.
Menurutnya, pemahaman terhadap tantangan tersebut penting agar pelatihan bahasa Inggris dapat dirancang lebih kontekstual, komunikatif, dan sesuai dengan situasi lapangan.
Baca Juga:
UPN Jatim Gelar COMMFEST 2026, Tegaskan Ilmu Komunikasi Terus Bergerak Ikuti ZamanPada sesi praktik, Muhammad Rosyid Husnul Waro'i memandu peserta dalam kegiatan berbicara bahasa Inggris secara langsung melalui tiga tahap.
Tahap pertama berfokus pada pengenalan diri sebagai tour guide. Tahap kedua mengajak peserta mempelajari kosakata khusus yang berkaitan dengan Desa Wisata Osing.
Selanjutnya, peserta dilatih untuk mendeskripsikan sejumlah objek wisata lokal, seperti Rumah Adat, Tari Gandrung, dan Kopi Kemiren.
Sesi ditutup dengan simulasi percakapan antara tour guide dan wisatawan asing, yang memberi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan kemampuan berbicara secara aktif dan kontekstual.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, berlatih mengucapkan ekspresi bahasa Inggris yang baru dikenalkan, serta terlibat dalam simulasi percakapan.
Suasana pelatihan berjalan interaktif dan partisipatif, mencerminkan tingginya minat pelaku wisata dalam meningkatkan kompetensi komunikasi bahasa Inggris.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap pelaku wisata di Desa Wisata Kemiren semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris saat berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.
Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam memperkenalkan kekayaan budaya Osing secara lebih efektif, sehingga turut mendukung pengembangan Desa Wisata Kemiren sebagai destinasi yang unggul dan berdaya saing.(*)