KETIK, TRENGGALEK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Trenggalek resmi mengawali masa bakti kepengurusan 2026–2031 melalui kegiatan Kick Off Pengurus DPC PKB Trenggalek yang digelar di Kantor DPC PKB Trenggalek, Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur Anik Maslachah, jajaran pengurus DPC, anggota Fraksi PKB DPRD Trenggalek, serta pengurus baru dari berbagai tingkatan.
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Anik Maslachah, mengatakan kegiatan kick off menjadi momentum penyerahan estafet kepemimpinan dari pengurus lama kepada kepengurusan baru yang telah menerima Surat Keputusan (SK).
"Kebetulan SK sudah turun dan akan diadakan pelantikan secara serentak seluruh Indonesia pada 23 Juli mendatang," ujarnya.
Menurut Anik, proses pergantian kepengurusan tidak hanya sebatas serah terima jabatan, tetapi juga mencakup penyerahan seluruh aset organisasi sebagai bentuk tertib administrasi dan akuntabilitas.
Baca Juga:
Target 3 Besar Pemilu 2029, PAN Brebes Gelar Rakerda dan Tancap Gas Pencalegan Sejak DiniSelain kick off kepengurusan, DPW PKB Jawa Timur juga melakukan sosialisasi pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pendalaman terhadap keberadaan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
"Dari pendalaman tersebut, 14 DPAC memenuhi syarat secara kualifikasi untuk dilakukan Musancab," katanya.
Anik menjelaskan, proses tersebut merupakan bagian dari revitalisasi organisasi PKB mulai tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP), DPW, DPC, hingga DPAC.
Baca Juga:
Momen Bahagia 30 Anak Yatim-Dhuafa Trenggalek saat Diajak YBM-Srikandi PLN Belanja Alat Sekolah"Ini artinya di PKB, strukturisasi mulai dari pusat hingga anak ranting sudah selesai di tahun 2026," ungkapnya.
Ia menilai PKB Trenggalek menjadi salah satu basis penting partai di Jawa Timur karena selama ini mampu menyumbang suara signifikan dalam setiap pemilu.
Selain memiliki hubungan yang erat dengan Nahdlatul Ulama (NU), komunikasi PKB Trenggalek dengan pemerintah daerah juga dinilai berjalan baik.
"Dari sisi kepartaian, PKB Trenggalek masuk kategori aktif dan bisa bersinergi di semua lini. Termasuk dengan eksekutif. Kita kan punya Wakil Bupati, yakni Syah Muhammad Natanegara," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, mengatakan kegiatan kick off merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Trenggalek yang telah menetapkan kepengurusan periode 2026–2031.
"Nah, sekarang kita melakukan kick off sebagai bentuk langkah awal PKB Trenggalek ke depannya," jelasnya.
Ia menyebut salah satu rangkaian kegiatan adalah penyerahan aset partai secara terbuka di hadapan publik sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola organisasi yang amanah, transparan, dan akuntabel.
Sukarodin menambahkan, hasil pendalaman dari DPW menunjukkan seluruh struktur organisasi PKB di Trenggalek dalam kondisi aktif.
"Tadi sudah dicek. SK masih hidup atau aktif, pengurusnya juga aktif. Termasuk 158 desa dan kelurahan, namanya ranting juga masih aktif," ujarnya.
Legislator DPRD Kabupaten Trenggalek itu mengungkapkan, kepengurusan baru mendapat arahan langsung dari DPW PKB Jawa Timur untuk mempersiapkan kemenangan partai pada Pemilu 2029.
Selain itu, PKB juga didorong untuk terus memperkuat hubungan dengan Nahdlatul Ulama sebagai mitra strategis partai.
"Termasuk mengembalikan kepercayaan NU terhadap PKB. Ending-nya menang di Pemilu 2029," pungkasnya.(*)