KETIK, LEBAK – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu 16 Mei 2026.

Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Lebak untuk memastikan kondisi warga pascabanjir sekaligus mengecek kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di wilayah terdampak.

“Kami atas instruksi Pak Bupati Lebak meninjau langsung lokasi pascabanjir di Kecamatan Sajira. Saya didampingi Pak Asda II Rahmat, Sekban BPBD Febby Rizki Pratama, Pak Camat Sajira, Kapolsek, dan Kepala Desa Margaluyu,” kata Halson Nainggolan kepada wartawan.

Asda ll Rahmat saat memberikan bantuan sembako kepada korban pasca banjir kemarin.(Foto: Hasfi for ketik.com)

Dalam kunjungannya, Halson mengatakan pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir. 

Baca Juga:
BREAKING NEWS: Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Lebak, BPBD: Sembilan Rumah dan Infrastruktur Terdampak

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap kerusakan yang terjadi akibat luapan sungai.

“Kami memberikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak dan melihat langsung fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama menjelaskan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

“Curah hujan cukup tinggi sejak siang hingga sore hari menyebabkan beberapa sungai meluap dan mengakibatkan banjir serta longsor di sejumlah titik,” kata Febby.

Baca Juga:
Disdik Lebak Tegaskan SPMB 2026 Transparan, Sekolah Dilarang Jual Beli Kursi dan Terima Titipan

Pj Sekda Lebak, Halson Nainggolan bersama Asda ll Rahmat, dan Sekretaris BPBD Lebak saat meninjau lokasi pasca banjir kemarin di Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira. (Foto:Hasfi for ketik.com)

Ia menyebutkan terdapat lima kecamatan yang terdampak bencana, yakni Kecamatan Sajira, Cipanas, Muncang, Cigemblong, dan Leuwidamar.

“Ada lima kecamatan terdampak. Data sementara yang tercatat saat ini sebanyak 37 kepala keluarga terdampak, namun jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena pendataan masih terus dilakukan,” ujarnya.

Menurut Febby, dalam peninjauan bersama Pj Sekda di Desa Margaluyu, pihaknya juga melakukan identifikasi penyebab banjir untuk langkah penanganan ke depan.

“Kami bersama Pak Sekda melihat langsung kondisi banjir di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu. Selain itu, kami juga memetakan sumber penyebab banjir. Kondisi sungai yang dangkal diduga menjadi salah satu faktor, ditambah kemungkinan adanya aktivitas di wilayah hulu sungai,” jelasnya.

Berdasarkan laporan situasi BPBD Kabupaten Lebak hingga Jumat malam, 15 Mei 2026 pukul 23.00 WIB, bencana banjir dan tanah longsor mengakibatkan puluhan rumah terdampak, infrastruktur rusak, hingga lahan pertanian terendam.

Kerusakan yang tercatat di antaranya 37 unit rumah terdampak, satu pondok pesantren hanyut, satu mushola terendam, dua jembatan terdampak dan roboh, satu bangunan bronjong rusak, satu TPT roboh, satu irigasi ambruk, serta sekitar 50 hektare lahan persawahan terendam banjir.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini petugas masih melakukan pendataan lanjutan di sejumlah wilayah terdampak.(*)