KETIK, ASAHAN – Sebanyak 457 personel kepolisian disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ratusan personel tersebut akan mengawal proses pemungutan suara di 152 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudhita di halaman Polres Asahan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Apel tersebut turut dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kajari Asahan, Ketua PN Kisaran, Dandim 0208/Asahan, Danlanal TBA, Danyon 126/KC serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolres Asahan menyampaikan bahwa Pilkades Serentak 2026 dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, di 43 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Sebanyak 127.716 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan menggunakan hak pilihnya di 152 TPS yang telah ditentukan.

Baca Juga:
Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik Bupati Asahan Penandatanganan Nota Kesepahaman

“Sebanyak 127.716 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan menggunakan hak pilihnya pada 152 lokasi TPS yang telah ditentukan,” ujar Adi Dharma.

Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Asahan diikuti 128 calon kepala desa. Mereka terdiri dari 21 calon petahana dan 107 calon nonpetahana.

Berdasarkan hasil perkiraan intelijen Polres Asahan, potensi kerawanan di 43 desa penyelenggara Pilkades telah dipetakan menjadi tiga kategori. Sebanyak 25 desa masuk kategori kurang rawan, 14 desa kategori rawan, dan empat desa kategori sangat rawan.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Asahan menyiapkan 457 personel. Kekuatan tersebut terdiri dari 377 personel organik Polres Asahan dan 80 personel BKO PHH Sat Brimob Polda Sumatera Utara.

Baca Juga:
Bupati Asahan Serahkan 27 Truk Roda 6 ke KDMP, Dandim 0208: Jangan Digunakan untuk Kepentingan Pribadi

Kapolres menegaskan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkades, terutama di TPS yang memiliki potensi kerawanan.

“Mengingat pentingnya kegiatan pengamanan ini, saya berharap seluruh komponen maupun pemangku kepentingan terkait yang terlibat dapat berpartisipasi penuh mendukung keberhasilan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Asahan Tahun 2026,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, humanis, netral dan bertanggung jawab. Langkah-langkah pencegahan diminta dikedepankan untuk mencegah setiap potensi gangguan keamanan selama proses pemungutan dan penghitungan suara.(*)