KETIK, MALANG – Pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian nasional. Pandangan itu mengemuka dalam Seminar Nasional ISMPI XVII 2026 yang membahas peluang pengembangan pertanian modern sekaligus tantangan regenerasi petani di Indonesia.
Forum yang digelar Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia bersama Kementerian Diplomasi Eksternal BEM Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya tersebut menjadi ruang diskusi mahasiswa pertanian dari berbagai daerah untuk membahas masa depan sektor agraria nasional.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional Istimewa ISMPI XVII 2026 itu berlangsung di Auditorium Pandita Majapahit Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin, 18 Mei 2026.
Dalam seminar tersebut, pemateri Dwi Lili Indayani menyoroti besarnya peluang pengembangan bisnis pertanian berbasis teknologi dan kreativitas di era modern. Menurutnya, sektor pertanian kini tidak lagi identik dengan metode konvensional.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke sektor agraria melalui inovasi dan pengembangan usaha pertanian bernilai tambah tinggi.
Baca Juga:
Kursi Kepala Bapenda Kota Malang Masih Kosong, DPRD Kota Malang: Bisa Diisi Sekda“Pertanian modern bukan lagi sektor yang identik dengan cara konvensional. Teknologi, kreativitas, dan kerja sama menjadi kunci untuk menciptakan usaha pertanian yang bernilai tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada redaksi Ketik.com pada Rabu, 21 Mei 2026.
Selain membahas pertanian modern, seminar tersebut juga menyoroti ancaman krisis regenerasi petani yang dinilai dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional di masa depan.
Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia, R. S Suroyo Jr, menyebut sektor pertanian Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ancaman krisis pangan dan energi dunia hingga dampak perubahan iklim.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda, terutama mahasiswa pertanian, menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional sekaligus memperkuat swasembada pangan.
Baca Juga:
DPRD Kota Malang Terima Aduan, 500 Pedagang Pasar Gadang Tak Tertampung Relokasi“Mahasiswa pertanian memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Di tengah ancaman krisis pangan global dan menurunnya regenerasi petani, generasi muda harus hadir membawa inovasi, kolaborasi, dan solusi nyata untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat agar penguatan sektor agraria tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan.
Seminar Nasional ISMPI XVII 2026 turut dihadiri pengurus pusat ISMPI, delegasi senat mahasiswa pertanian dari berbagai wilayah Indonesia, serta perwakilan BEM Fakultas Pertanian se-Malang Raya. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan baru dalam pengembangan pertanian modern sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)