Perjuangan Kartini dalam Membangun Literasi Generasi yang Adaptif

Editor: Mustopa

21 Apr 2025 09:57

Thumbnail Perjuangan Kartini dalam Membangun Literasi Generasi yang Adaptif
Oleh: Dyah Pikanthi Diwanti*

Setiap peradaban akan menghadirkan generasi yang dicita-citakan bersama, mewujudkan harapan dan teladan dalam meneruskan sejarah perjuangan bangsa. Tumbuh kembangnya generasi tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan sosok teladan yang dilahirkan di negeri ini, salah satunya adalah Kartini. 

Sosok inspirasi yang mengajarkan kemandirian untuk tetap berdiri kokoh dengan membangun kemajuan dalam pendidikan. 

Upaya dalam gerak langkah Kartini membangun gerakan berkemajuan ini diawali dalam membangun literasi dengan menggugah motivasi baik dirinya maupun generasi pada masanya untuk mengenal potensi dan minat bakat yang dimiliki untuk selanjutnya dilatih sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. 

Kartini termotivasi untuk membangun cita-citanya dengan belajar berbahasa dan menulis sampai beliau mampu membangun komunikasi dengan teman sahabatnya dari luar negeri.

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Meskipun Kartini belajar ragam informasi dari luar negeri namun upaya membangun budaya lokal tentang nilai dan budaya daerah senantiasa tetap diajarkan kepada teman-teman dan generasi di masanya. Kartini juga mengajarkan keterampilan seperti menjahit, membuat kerajinan tangan dan hal serupa lainnya. 

Adapun ragam ide/gagasan Kartini tertuang dalam perjalanan hidupnya/rekam jejaknya, baik dari kumpulan surat yang dibukukan para sahabatnya yang berjudul Door Duistemis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) maupun dari biografi hidupnya. 

Berdasar Buku Perjuangan Wanita Indonesia setelah Kartini tahun 1904-1964, memuat pesan bahwa ada tugas bersama yang belum tuntas dari generasi di masanya untuk generasi setelahnya; sebagai tongkat estafet pelangsung sejarah. 

Kartini muda merintis perjuangan dan pesan bagi generasi, Bukan hanya bagi perempuan saja, namun menjadi pesan bagi generasi selanjutnya. Dalam pesan yang tertulis di buku Perjuangan Wanita Indonesia, Kartini berupaya membuka jalan melalui kegiatan kewiraswastaan yang dalam ungkapan beliau ‘ Zaman baru yang saya inginkan telah masuk ke dalam masyarakat kami’.

Baca Juga:
Kartini Power Run 2026 Sukses Digelar, Dorong Perempuan Kota Batu Lebih Sehat dan Berdaya

Ungkapan tersebut menjadi salah satu pesan bermakna bagi generasi bahwa kesiapan menghadapi perubahan atau yang saat ini dikenal sebagai masa disrupsi (fenomena perubahan yang mengubah tatanan lama menjadi sesuatu yang baru) senantiasa menjadi suatu hal yang akan dihadapi setiap generasi di manapun, kapanpun di mana suatu generasi bertumbuh. 

Oleh karenanya generasi akan melalui perjalanan berupa proses sesuai dengan keadaan/masanya. Seperti ungkapannya “hidup ini terlalu indah, terlalu sedap untuk dihancurkan dengan ratap tangis akan hal-hal yang sebenarnya bisa diubah”

Meski Kartini menyadari zaman/masanya belum memungkinkan bagi terwujudnya cita-cita namun harapan untuk generasi dari masa ke masa menjadi magnet kebaikan bersama.

Membangun perubahan diperlukan strategi yang adaptif sesuai masanya. Diperlukan peran-peran generasi sebagai Sumber Daya Manusia yang mempersiapkan transformasi menuju kebaikan bersama. Salah satunya dalam membangun literasi yang diharapkan mampu memberikan edukasi awal bagi generasi menuju perubahan tersebut. 

Diselaraskan dengan pesan Kartini kepada generasi ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama: Pertama, Kartini mengajak kepada generasi untuk tidak menyerah pada keadaan. Generasi mampu membangun literasi dan menjadikan potensi serta minat bakat yang dimilikinya sebagai modal dasar dalam mengambil peran-peran strategis di masyarakat. 

Dimana di masanya, Kartini melatih dan mengajarkan tentang membaca, menulis dan ragam keterampilan seperti menjahit dan keterampilan lainnya maka di masa saat ini dan kedepan, harapan adanya ketersediaan ruang keterampilan akan mengasah talenta generasi dan bermanfaat untuk kemajuan bersama.  

Kedua, Kartini mengajak generasi untuk membangun sikap mental yang positif. Hal ini menegaskan bahwa tempaan yang melatih generasi sebagaimana juga yang sudah dilalui di masa Kartini membutuhkan daya juang dan daya tahan yang kuat. Integrasi antara ilmu pengetahuan dan penguatan Imtaq akan membangun kesadaran bersama dalam upaya membenahi akan pentingnya kontribusi generasi. 

Dalam perubahan yang cepat seperti saat ini dibutuhkan ide/gagasan strategis yang diawali dalam membuat tujuan baru yang searah sesuai dengan masanya. Serta upaya menyikapi lahirnya ragam perbedaan, keterbukaan informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan generasi dimana literasi diperlukan. 

Ketiga, Kartini mengajak generasi untuk belajar pengetahuan dan keahlian. Kompetensi sebagai keterpaduan antara ilmu pengetahuan, keahlian dan sikap sudah menjadi satu cita-cita Kartini dalam membangun generasi ke depan.

Fenomena ini dikuatkan dengan Kartini membuka ruang kegiatan perempuan; saat itu dalam geliat keterampilan seputar keterampilan rumah tangga seperti menjahit, membuat kerajinan tangan dan hal serupa lainnya yang saat ini mampu diteruskan generasi dalam menyalurkan minat bakat yang beragam. 

Ketiga pesan tersebut terangkum dari surat-surat Kartini yang mengungkapkan perlunya generasi berwiraswasta/berwirausaha agar menjadi ahli di bidangnya. Kompetensi yang dimaksud saat ini tentunya adalah kompetensi baru yang dapat menangkap peluang baru yang hadir sesuai kebutuhan generasi saat ini. Semoga.

*) Dr Dyah Pikanthi Diwanti, SE, MM merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Bupati Mas Rio Siap Dukung Kegiatan Sub Garnisun Kodim 0823/Situbondo

Baca Selanjutnya

Nilai Tukar Rupiah Hari ini, Senin 21 April 2025

Tags:

opini Dyah Pikanthi Diwanti Kartini

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar