Peringati Sumpah Pemuda di Madiun, Khofifah Jelaskan Alasan di Baliknya

Editor: M. Rifat

28 Okt 2022 14:17

Headline

Thumbnail Peringati Sumpah Pemuda di Madiun, Khofifah Jelaskan Alasan di Baliknya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berswafoto bersama para pelajar di Madiun (28/10). (Foto: Humas Pengprov Jatim)

KETIK, MADIUN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tahun ini melaksanakan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Kabupaten Madiun, Jum'at (28/10/2022). Di kesempatan itu, dia mendorong pemuda-pemudi Jatim bisa menjadi Game Changer alias lakon yang mampu mengubah jalannya permainan.

Menurut Gubernur Jatim ke-14 itu, Game Changer merupakan sosok yang mampu menjadi penentu arah. Yakni ketika masyarakat berada di persimpangan, antara maju atau mundur, antara hidup dan mati, atau antara menjadi dinamis atau statis.

Menurut Khofifah, untuk bisa menjadi seorang Game Changer, para pemuda dan pemudi Jatim harus memiliki karakter yang kuat. Dan itu terkandung dalam istilah yang sering dia gaungkan selama ini yakni Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi atau yang biasa dikenal dengan singkatan IKI.

"Indonesia butuh lebih banyak game changer yang menjadi inisiator. Dan dengan segenap kemampuan yang dimiliki mampu mengubah jalannya permainan perubahan peradaban, memunculkan sebuah realitas dan kesadaran baru," ucap Khofifah pada upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Kabupaten Madiun dalam rilis resmi Pengprov Jatim.

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Khofifah melanjutkan, ada alasan khusus ketika dirinya memilih Madiun sebagai lokasi pusat penyelenggaraan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Itu karena Madiun adalah daerah asal sosok pemuda pencetak sejarah. Pemuda tersebut berperan aktif dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional yakni Manifesto 1925 dan Kongres Pemuda II. Sosok tersebut adalah Prof Mr Sunario Sastrowardoyo. 

Sunario merupakan pemuda kelahiran Madiun 28 Agustus 1902 yang berprofesi sebagai pengacara. Di masa itu, dia aktif membela para aktivis pergerakan yang berurusan dengan polisi Hindia Belanda. 

Sunario lantas menjadi penasihat panitia Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Dalam kongres tersebut, Sunario juga menjadi pembicara dengan makalah Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya sebuah rutinitas tahunan untuk bernostalgia. Namun, harus menjadi pelecut semangat bersama untuk terus menggerakkan roda perjuangan pembangunan, mencapai cita-cita bersama, dan Indonesia maju.

Baca Juga:
Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

Menurut Khofifah, para pemuda yang terlibat dalam peristiwa lahirnya Sumpah Pemuda 1928 sebagian besar adalah kaum aristokrat atau kaum terdidik yang mendapatkan pendidikan tinggi. Sejatinya, bisa saja mereka berdiam diri tidak melakukan pergerakan untuk dapat hidup mewah dan nyaman di bawah pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Namun, pemuda-pemuda itu malah memilih meninggalkan kesempatan bergelimang kemewahan material tersebut untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang kala itu masih sebuah cita-cita. Mereka meletakkan kepentingan diri sendiri dan menguatkan kehendak dan tekad bersama untuk kemerdekaan Indonesia.

"Saat ini yang dibutuhkan Indonesia dan Jawa Timur adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia. Jadilah agen perubahan, bukan pemuda rebahan dan mager," tegas Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu melanjutkan, Sumpah Pemuda diperingati agar seluruh elemen bangsa dapat menyingkap relevansi momen bersejarah tersebut dengan situasi kekinian. Situasi di mana teknologi informasi begitu berkembang pesat.

Jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat, situasi teknologi informasi yang berkembang pesat seperti saat ini tidak hanya membawa dampak positif, namun juga dampak negatif. Itu karena juga makin merebaknya informasi-informasi bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas, hingga radikalisme, dan terorisme.

"Kita mengenang momen yang sangat bersejarah ini untuk menyadari bahwa sumbangsih para pemuda semenjak pra-kemerdekaan sangat berperan penting sebagai inisiator dan game changer bagi perubahan dan dinamika sosial berbangsa," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan tumbuh dan terciptanya para game changer baru dari kalangan muda mensyaratkan kondisi sosial yang menunjangnya. Di situlah letak tugas pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta segenap kekuatan lain. Itu seperti masyarakat sipil, perguruan tinggi, aktor ekonomi, akademisi, dan media massa demi menata pembangunan yang berbasis keadilan.

Untuk itu, Khofifah menyebut orientasi pembangunan Jawa Timur saat ini berbasis kemakmuran berkeadilan. Di dalamnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan kapabilitas dari seluruh warga Jawa Timur dan pemuda-pemudi Jawa Timur. Penumbuhkembangan kapabilitas sosial itu di dalamnya dijiwai dengan semangat IKI (inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi).

"Kami sadar betul game changer tidak bisa muncul secara tiba-tiba, karenanya Pemprov Jatim juga terus berupaya menciptakan ekosistem yang menunjang dan benar-benar memperhatikan kualitas hidup para pemudanya," tuturnya. (*)

Baca Sebelumnya

Elon Musk Sah Jadi Pemilik Twitter, Langsung Pecat 4 Petinggi 

Baca Selanjutnya

Peringati Sumpah Pemuda, Ika FISIP Unair Gelar Dialog Kebangsaan 

Tags:

Khofifah Sumpah Pemuda madiun

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H