KETIK, SITUBONDO – Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili atau Mbak Una, pada peringatan Hari Kartini 2026 mengaungkan perempuan harus peduli dengan lingkungan.

Peringatan Hari Kartini, tidak hanya menjadi refleksi perjuangan kesetaraan gender saja, tetapi juga momentum memperkuat peran perempuan dalam menjaga kelestarian bumi, Selasa, 21 April 2026.

“Peran perempuan masa kini harus mengambil strategis dalam isu lingkungan. Tahun ini kita mengangkat tema Kartini Masa Kini Menyelamatkan Bumi. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi ajakan nyata agar perempuan ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujar Mbak Una dalam sambutannya di Pendopo Rakyat Situbondo.

Lebih lanjut, Mbak Una menjelaskan bahwa, rangkaian kegiatan Hari Kartini di Situbondo difokuskan pada aksi nyata pelestarian lingkungan. Agenda utama penanaman pohon secara serentak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari lingkungan permukiman hingga kawasan rawan banjir dan kawasan hutan.

Baca Juga:
Kartini Berkebaya Bersepeda, Wali Kota Kediri Ajak Jaga Lingkungan di Peringatan Hari Bumi

Aksi ini akan dikajsanakan besok pada 22 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, sebagai simbol kolaborasi antara perempuan dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam.

“Penanaman pohon ini menjadi langkah konkret kita bersama untuk mencegah kerusakan lingkungan dan mengurangi risiko bencana alam,” tegas Mbak Una.

Tak hanya itu yang disampaikan Mbak Una, tapi TP PKK Situbondo juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan organisasi yang dinilai aktif menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat kolektif untuk terus berkontribusi menjaga bumi.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Una juga meluncurkan program baru bertajuk Kampung PKK. Program ini dirancang sebagai model pembinaan desa berbasis pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga:
Putri Lingkungan Hidup Jatim Yasinta Aurellia Ingin Lawan Mitos Wanita "Dapur" di Hari Kartini

Sebagai tahap awal, akan ditentukan tiga desa sebagai lokus pembinaan. Ke depan, desa-desa tersebut akan dievaluasi untuk mendapatkan pendampingan lebih intensif.

“Kampung PKK ini bukan hanya program, tapi gerakan. Kita ingin perempuan di desa menjadi motor penggerak, baik dalam keluarga maupun lingkungan,” jelas Mbak Una.

Lebih jauh, Mbak Una menegaskan bahwa konsep Kartini masa kini harus mengalami transformasi. Perempuan tidak lagi hanya berbicara tentang kesetaraan gender, tetapi juga harus memiliki kesadaran ekologis yang kuat.

“Kartini hari ini adalah perempuan yang peduli bumi. Tidak hanya memperjuangkan hak, tetapi juga menjaga masa depan bumi lebih baik lagi. Saya berharap perempuan Situbondo memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global, terutama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” pungkas Mbak Una. (*)