KETIK, KENDAL – Kepolisian Resor (Polres) Kendal memperkuat kolaborasi strategis bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) guna memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari penyakit masyarakat hingga pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA).

​Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto, SIK, MH, menerima langsung kunjungan jajaran FKUB yang dipimpin oleh KH. Sajidin Noor di Ruang Kerja Kapolres, Jumat 8 Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis ini menjadi wadah serap aspirasi terkait dinamika sosial yang tengah berkembang di Kabupaten Kendal.

​Ketua FKUB Kendal, KH. Sajidin Noor, menyampaikan keprihatinan para tokoh agama terkait maraknya praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Baca Juga:
HUT ke-16 Desa Sidomakmur: Momentum Pelestarian Budaya dan Komitmen Membangun Melalui 4 Pilar Utama

Selain itu, fenomena tawuran remaja dan tingginya angka pernikahan dini—yang memicu lonjakan kasus perceraian—turut menjadi poin utama dalam diskusi tersebut.

​"Kami berharap adanya langkah edukasi yang lebih masif dan berbasis data faktual. Sinergi antara pemuka agama dan aparat penegak hukum sangat penting untuk membentengi moralitas masyarakat," ujar KH. Sajidin Noor.

​Isu ketenagakerjaan, khususnya keberadaan pekerja migran dan TKA, juga tidak luput dari pembahasan. Mengingat Kendal merupakan kawasan industri yang berkembang, potensi gesekan sosial akibat perbedaan budaya menjadi perhatian serius.

​Menanggapi hal tersebut, AKBP Hendry Susanto menegaskan bahwa Polres Kendal akan meningkatkan intensitas koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan pihak Imigrasi dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga:
Perkuat Soliditas TNI, Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Kesiapan Prajurit Yon TP 935/Satria Bahurekso Kendal

​"Stabilitas keamanan adalah kunci pembangunan. Kami akan mengoptimalkan deteksi dini dan monitoring terhadap keberadaan tenaga kerja asing guna mengantisipasi konflik sosial maupun isu SARA yang dapat memicu hoaks di tengah masyarakat," tegas Kapolres.

​Sebagai tindak lanjut, Polres Kendal berkomitmen mengoptimalkan patroli dialogis serta mendorong perusahaan pengguna tenaga kerja asing untuk memberikan orientasi budaya lokal kepada para pekerjanya.

​"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran investasi dan tenaga kerja asing di Kendal berjalan beriringan dengan kearifan lokal. Harmonisasi ini penting agar produktivitas industri tetap terjaga tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial masyarakat," pungkas AKBP Hendry.