KETIK, BATU – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, di Samara Hotel & Resort, Kota Batu, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam pengukuhan tersebut, Hasanuddin Wahid mengingatkan jajaran pengurus agar menjadikan jabatan dalam partai sebagai amanah perjuangan yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab kepengurusan tidak berhenti pada posisi struktural, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral, ideologis, dan historis untuk menjaga kehormatan partai.
Ia menegaskan, PKB harus terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta persatuan dan persaudaraan dalam keberagaman.
Orientasi perjuangan partai, lanjutnya, tidak semata-mata untuk memperoleh kekuasaan, tetapi juga menghadirkan praktik politik yang beretika dan berpihak kepada rakyat.
Baca Juga:
Dorong Literasi, Dosen Syariah UIN Malang Ajak Guru Madrasah Kota Batu Berani Menulis Buku“PKB lahir bukan hanya hadir untuk kekuasaan. Tetapi lebih dari itu untuk menghadirkan politik yang bermoral, beradab, dan berpihak kepada rakyat,” ujar Cak Udin, sapaanya.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan PKB harus ditunjukkan melalui keteladanan, kesetiaan terhadap nilai-nilai perjuangan, serta keberanian dalam menjaga amanah organisasi.
Ketua DPC PKB Kota Batu, Nurochman, menyebut pengukuhan kepengurusan tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi dan menata kembali orientasi perjuangan politik partai di tingkat daerah.
“Pengukuhan ini bukanlah sekadar seremonial pergantian estafet kepengurusan. Lebih dari itu, hari ini adalah momentum krusial bagi kami di jajaran pengurus DPC PKB Kota Batu untuk melakukan refleksi besar dan menata ulang orientasi perjuangan politik kami,” ungkap Cak Nur, sapaan akrabnya.
Baca Juga:
Puji Program 1 Desa 1 Dokter Kota Batu, Wamenkes: Bisa Jadi Percontohan Nasional Tekan TBCMenurutnya, partai politik masih menghadapi tantangan berupa persepsi negatif dan menurunnya kepercayaan publik. Politik kerap dipandang sebatas persaingan untuk mendapatkan kekuasaan dalam siklus lima tahunan.
Karena itu, DPC PKB Kota Batu berkomitmen mengubah pandangan tersebut dengan menjadikan politik sebagai sarana pengabdian dan upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat.
Pria yang juga Wali Kota Batu ini menegaskan, hubungan historis PKB dengan NU harus diiringi komitmen untuk menjaga tuntunan serta nilai kejujuran dan keadilan yang diajarkan para ulama.
Di sisi lain, ia menilai pemulihan kepercayaan masyarakat harus dimulai dari pembenahan integritas di internal partai. Seluruh pengurus yang baru dikukuhkan, termasuk dirinya, diminta menjalankan tanggung jawab dengan menjaga sikap dan perilaku sebagai kader yang bersih serta berintegritas.
“Mulai hari ini mari kita bersama-sama turun ke masyarakat, kita dengarkan keluh kesah mereka, kita kawal aspirasi mereka, dan jadilah kader yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.
Ia berharap seluruh jajaran pengurus DPC PKB Kota Batu mampu menerjemahkan amanah kepengurusan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput. (*)