Penanganan Kasus Insiden Berdarah di Ketapang Sampang Tak Jelas, MDW Kritik Keberanian Polda Jatim

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Muhammad Faizin

21 Jan 2025 18:32

Thumbnail Penanganan Kasus Insiden Berdarah di Ketapang Sampang Tak Jelas, MDW Kritik Keberanian Polda Jatim
Tragedi Berdarah yang terjadi di Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, pada tanggal 17 November 2024 (Foto: Mat Jusi/Ketik.co.id).

KETIK, SAMPANG – Insiden berdarah yang merenggut nyawa Jimmy Sugito Putra (44) warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura, Jawa Timur, masih bergulir di Polda Jatim.

Namun, progres penanganan insiden berdarah yang terjadi pada Minggu pada tanggal 17 November 2024 itu, masih buram.

"Kasus insiden berdarah yang merenggut nyawa Jimmy Sugito Putra di Desa Ketapang menyita perhatian publik", kata Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang, Siti Farida pada Selasa, 21 Januari 2025.

Karena itu, MDW Sampang mendesak aparat penegak hukum (APH) khususnya Polda Jatim harus transparan, profesional, dan akuntabel dalam menangani perkara tersebut.

Baca Juga:
Terkendala Lahan, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Cilegon Lamban

"Keterbukaan informasi sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap APH. Sebab kasus pembunuhan terhadap Jimny dilakukan secara sadis. Kabar terakhir ada tiga tersangka yang ditangkap Polda Jatim. Apakah tiga tersangka sudah dilimpahkan ke pengadilan? Ini belum jelas atau mungkin ada tersangka baru, namun saat ini tidak ada progres yang jelas penanganan perkaranya," ujarnya.

Siti Farida menilai, lambatnya penanganan kasus almarhum Jimmy Sugito Putra tersebut mengindikasikan lemahnya sistem penegakan hukum di tubuh Polda Jatim. 

Bahkan MDW menduga kasus ini seakan dihilangkan dari publik atau Polda Jatim tak berani mengusut tuntas kasus tersebut.

"Dengan adanya kasus pembunuhan ini, seyogianya pelaku dipublikasikan agar mendapatkan sanksi moral dan bisa dijadikan efek jera bagi yang lain," tuturnya.

Baca Juga:
Kapolsek Kartoharjo Polres Madiun Kota Turun Jalan, Amankan Acara Halal Bihalal Perguruan Silat

Tak hanya itu, imbuh Siti Farida, para pelaku lainnya bisa segera ditangkap. Terlebih, kasus tersebut sudah sangat jelas bahwa banyak terduga pelaku yang terlibat.

"Kami minta agar mereka semua diusut dan Polda Jatim harus berani menangkap otak dari insiden tersebut," ujarnya. 

Lebih lanjut, Siti Farida mengatakan, bukti dalam kasus tersebut sangat jelas. Terutama video seperti yang beredar dan sudah tidak menjadi rahasia umum berapa orang yang membawa senjata tajam.

"Rekaman video itu bisa menjadi modal bagi APH untuk membabat habis pelaku," ucapnya. 

Pihak keluarga korban menaruh harapan besar terhadap Polda Jatim agar menegakkan keadilan dalam kasus tersebut. 

"Sampai saat ini pihak keluarga korban menunggu kejelasan hasil perkembangan penanganan kasus yang menimpa Jimmy Sugito Putra. Mereka meminta semua yang terlibat seperti dalam video harus diusut," paparnya.

Kami akan tetap menunggu janji Polda Jatim dalam mengungkap kasus ini, dan diharapkan aph bekerja secara profesional. 

"Kami tidak akan tinggal diam jika pihak kepolisian setengah hati mengungkap kasus tersebut," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi yang dilakukan Ketik.co.id kepada Polda Jatim, belum membuahkan hasil. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, tidak merespon saat dikonfirmasi, meski ponselnya aktif.(*)

Baca Sebelumnya

Apes Nasib Pencuri Jeruk di Kota Batu, Motor Hangus Dibakar Massa

Baca Selanjutnya

Kampung Legenda: Wisata Tempo Dulu Bernuansa Edukasi di Surabaya

Tags:

Insiden Berdarah di Ketapang Laok Jimmy Sugito Putra MDW Polda Jatim Lamban Penanganan Kasus Tak Jelas Beranikah Polda Jatim Usut Tuntas Otak Pembunuhan

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

15 April 2026 19:22

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

Ketua DPD NasDem Sampang Kecam Cover Tempo soal Isu Merger: Partai Politik Bukan Perusahaan

15 April 2026 19:11

Ketua DPD NasDem Sampang Kecam Cover Tempo soal Isu Merger: Partai Politik Bukan Perusahaan

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

14 April 2026 09:00

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

14 April 2026 06:00

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar