KETIK, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melakukan estimasi penghematan biaya operasinal sebesar Rp9 Miliar dari pelaksanaan Work From Home (WFH) sebagai tindak lanjut instruksi dari pemerintah pusat.
"Setelah saya berkoordinasi dengan Sekda, ternyata dari pelaksanaan WFH ada penghematan sekitar Rp9 Miliar," kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Jumat 17 April 2026.
Mas Ipin sapaan dia menjelaskan, pada dasarnya perlakuhan WFH titik sasarnya adalah penghematan konsumsi BBM akibat perang di wilayah Teluk.Tak terkecuali harus semangat dalam penghematan operasional.
Ia mengaskan jika pelaksanaan WFH dilakukan pada hari Rabu, bukan pada hari Jumat agar tidak terjadi long weekend. Pendeknya, setiap hari Rabu para Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah. "Artinya itu bukan hari libur, namun bekerja dari rumah," tandasnya.
Baca Juga:
Pemkab Trenggalek Terima Kunker Tim SSDM Mabes Polri, Begini Kata SekdaSuami Anggota DPR RI Novita Hardini itu memastikan jika pelaksanaan WFH tidak akan mengganggu pelayanan umum kepada masyarakat. Karena para abdi negara yang bertugas melayani masyarakat akan tetap bertugas seperti biasanya.
"Kita butuh pelayanan prima kepada masyarakat. Jadi pelayanan tetap berlangsung," tutupnya (*)