KETIK, SLEMAN – Peringatan Hari Rabies Internasional di Kabupaten Sleman diwarnai dengan aksi nyata pencegahan penyakit. Pemkab Sleman menggelar layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan di halaman kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman pada Rabu, 30 September 2026.

Mengusung tema "Bahagia Bersama Anabul Bebas Rabies", kegiatan ini menjadi salah satu pilar penting untuk mempertahankan status Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah yang bersih dari ancaman rabies.

Antusiasme warga terpantau cukup tinggi sejak pagi. Suasana halaman kantor dinas diramaikan oleh puluhan pemilik hewan yang membawa serta kucing dan anjing kesayangan mereka. Salah seorang warga Sleman, Ratna (34), mengaku sangat terbantu dengan adanya program jemput bola ini.

Selain layanan medis, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga menyempatkan diri melihat kemeriahan kontes kucing yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Rabies Internasional. (Foto: Pemkab Sleman)

"Senang sekali ada vaksinasi gratis seperti ini, jadi saya bisa memastikan kucing saya aman dari penyakit tanpa harus keluar biaya mahal di klinik," ujarnya di lokasi.

Sebanyak 340 pemilik hewan tercatat telah mendaftarkan peliharaan mereka secara daring sebelum acara berlangsung. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ekor di antaranya merupakan anjing, sementara selebihnya adalah kucing peliharaan warga.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang meninjau langsung jalannya acara menyatakan bahwa vaksinasi ini memiliki arti yang jauh lebih luas daripada sekadar rutinitas medis.

Ia menilai kegiatan ini menyangkut keselamatan publik, kesejahteraan hewan, dan bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

"Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita," tegas Danang.

Kendati demikian, Danang Maharsa mengingatkan warga agar tidak cepat berpuas diri. Status bebas rabies yang disandang DIY tidak boleh membuat masyarakat menjadi lengah terhadap potensi penularan dari luar daerah.

"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," imbuhnya.

Wabup Sleman menekankan perlunya kerja sama lintas sektor melalui pendekatan One Health yang melibatkan pemerintah, tenaga medis, akademisi, hingga kepedulian para pemilik hewan peliharaan itu sendiri.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti, turut menjelaskan bahwa instansinya berupaya mengemas kegiatan pencegahan ini agar menarik dan edukatif bagi seluruh kalangan masyarakat.

"Oleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi," ungkap Liem.

Acara dipadukan dengan berbagai hiburan seperti kontes kucing, peragaan busana hewan, hingga sosialisasi kesehatan sejak dini untuk anak-anak tingkat KB dan TK.

Baca Juga:
Sinergi Bank Sleman dan BSMC: Touring Sambil Berbagi, Salurkan Sembako untuk Warga Sendangagung

Dinas berharap kesadaran warga dalam merawat hewan secara bertanggung jawab kian tumbuh demi mempertahankan Sleman yang aman dan sehat. (*)

Baca Juga:
Sleman dan Klaten Sepakat Bagi Hasil Pajak Candi Prambanan Demi Keadilan Fiskal