KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di daerah. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dalam pertemuan itu, pemimpin yang karib disapa Gus Fawait ini menegaskan pentingnya penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran agar benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan sosial harus tepat sasaran dan dirasakan masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Gus Fawait.
Untuk memastikan bantuan berjalan efektif, Pemkab Jember saat ini melakukan groundcheck atau pengecekan langsung ke lapangan. Pemerintah daerah juga melakukan pendataan serta verifikasi menyeluruh terhadap warga yang masuk kategori miskin ekstrem di berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan data masyarakat penerima bantuan benar-benar valid dan sesuai kondisi lapangan,” katanya.
Baca Juga:
Pemkab Jember Beri Tenggat Administrasi Beasiswa hingga 8 Mei, Living Cost Cair Akhir BulanMenurut Gus Fawait, akurasi data menjadi faktor penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Ia menilai program bantuan akan lebih efektif apabila didukung data penerima yang valid dan sesuai kondisi riil masyarakat.
Selain fokus pada penyaluran bantuan sosial, Pemkab Jember juga menyiapkan program graduasi bagi keluarga penerima manfaat. Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Tujuan akhirnya bukan hanya menerima bantuan, tetapi masyarakat bisa meningkat kesejahteraannya secara bertahap,” lanjutnya.
Pemkab Jember berharap sinergi bersama pemerintah pusat dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Beasiswa Cinta Bergema Jember Cair Akhir April 2026, 6.024 Mahasiswa Siap Terima“Jember ingin bergerak menuju masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya,” tutup Gus Fawait. (*)