Pemerintah Bentuk Dewan Energi Nasional, Akademisi Dukung Rencana Penggunaan PLTN

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Fiqih Arfani

1 Feb 2026 18:12

Thumbnail Pemerintah Bentuk Dewan Energi Nasional, Akademisi Dukung Rencana Penggunaan PLTN
(Dari Kanan) Ekonom UNESA, Hendry Cahyono, Peneliti dari Laboratorium RTSE ITS Ary Bachtiar Krishna Putra, dan (pojok kiri) peneliti kebijakan publik Unesa, Ahmad Nizar Hilmi. Memaparkan penggunaan energi nuklir yang lebih bersih dan menjadi energi terbarukan, Minggu 1 Februari 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Presiden RI Prabowo Subianto baru saja melantik pengurus Dewan Energi Nasional (DEN) pada 28 Januari 2026 di Istana Negara, Jakarta. Bahlil Lahadalia dilantik sebagai ketua harian.

Bahlil Lahadalia usai dilantik menyampaikan pihaknya mendorong penggunaan energi nuklir yang lebih bersih dan salah satu energi terbarukan.

Pernyataan Bahlil tersebut disambut positif oleh sejumlah akademisi di Surabaya. Mereka berharap dengan adanya DEN, bisa berdampak positif terutama untuk menjaga energi di dalam negeri, hingga mampu swasembada energi.

Peneliti dari Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ary Bachtiar Krishna Putra mengungkapkan sejumlah keunggulan teknis dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dibanding sumber energi konvensional.

Baca Juga:
Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

"PLTN unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar yang sangat kecil, bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan stabil," katanya dalam acara diskusi Swasembada, Minggu 1 Februari 2026.

PLTN, lanjutnya, termasuk salah satu sumber energi bersih karena tidak menghasilkan karbon dioksida dalam proses pembangkitannya. "Hanya panas untuk memutar turbin," tambahnya.

Kendati demikian, pilihan nuklir sebagai alternatif energi bersih terbarukan juga memiliki tantangan. Menurutnya, tantangan bukan teknologinya, melainkan penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, dan integrasi dengan kawasan industri.

Selain itu isu negatif di masyarakat mengenai PLTN yang dinilai berbahagia bagi lingkungan juga menjadi tantangan berikutnya. Padahal katanya, teknologi sekarang lebih aman dibanding masa lalu

Baca Juga:
ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

"Sistemnya semakin otomatis, kontrolnya ketat, dan ketergantungan pada faktor manusia semakin kecil," jelasnya.

Dari prespektif ekonomi, seorang pakar ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Hendry Cahyono menilai energi nuklir membantu fiskal dan stabilitas ekonomi.

"Dalam prinsip ekonomi, jika input energi lebih murah, output juga bisa lebih murah. Jika listrik dari PLTN lebih efisien, masyarakat tentu akan memilih karena lebih terjangkau," ujarnya.

Terakhir, ditinjau dari kebijakan publik, Ahmad Nizar Hilmi, dosen dan peneliti UNESA mengatakan, penunjukkan Bahlil di DEN memberikan sinyal pemerintah ingin menyatukan perencanaan dan ekseskusi kebijakan dalam satu garis komando.

"Kalau bicara teknis, mungkin bisa efektif (Menteri ESDM juga menjabat Ketua Harian DEN)," kata Nizar.

Namun Nizar mengingatkan efektivitas itu tetap bergantung pada tata kelola dan transparansi kebijakan, terutama proyek-proyek strategis energi yang bernilai investasi besar.

"Jadi dari perspektif ekonomi politik, juga perlu bertanya: siapa yang memegang tender, siapa penyedia teknologinya, dan siapa aktor industri di balik kebijakan tersebut," jelasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Aklamasi! Politisi Gerindra Zia'ul Haq jadi Nahkoda Baru IPSI Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Peringati Harlah ke-100, MWC NU Rancaekek Apresiasi Banom Lembaga dan Ranting Terbaik

Tags:

Dewan Energi Nasional Prabowo Subianto ITS Unesa Ary Bachtiar Hendro cahyono Ahmad Nizar PLTN Energi nuklir Nuklir

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

13 April 2026 19:09

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

13 April 2026 14:36

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

12 April 2026 22:20

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

12 April 2026 18:19

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

Indonesia vs Timor Leste Jadi Laga Pertemuan Guru dan Murid di ASEAN U-17 2026

12 April 2026 08:40

Indonesia vs Timor Leste Jadi Laga Pertemuan Guru dan Murid di ASEAN U-17 2026

Persebaya Babak Belur Dihajar Persija 0-3 di SUGBK

11 April 2026 21:40

Persebaya Babak Belur Dihajar Persija 0-3 di SUGBK

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar