KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Jabalsari bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jabalsari menggelar Pengajian Umum dan Santunan Anak Yatim-Piatu dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Baitus Sholihin, Dusun Jabalan, Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Sabtu, 11 Juli 2026 malam itu dipadati ribuan jamaah.
Suasana religius terasa sejak usai Salat Isya. Lantunan selawat dari grup musik gambus Balasyik asal Tulungagung mengiringi jalannya acara dan menambah kekhidmatan peringatan Tahun Baru Islam.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, jajaran anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Camat Sumbergempol Heru Junianto, Kepala KUA Sumbergempol, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Jabalsari Mahmudi beserta perangkat desa, Ketua Ranting NU Jabalsari beserta badan otonomnya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kepala Desa Jabalsari, Mahmudi, mengapresiasi kekompakan seluruh warga yang telah bergotong royong sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Baca Juga:
Perdana Digelar, Bazar UMKM Desa Bukur Tulungagung Sukses Sedot Antusiasme WargaIa juga mengingatkan masyarakat untuk mempercepat pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang capaian pembayarannya masih di bawah 50 persen.
Selain itu, Mahmudi memanfaatkan kehadiran anggota DPRD dan Kabag Kesra untuk membuka peluang pengajuan bantuan pembangunan tempat ibadah di Desa Jabalsari.
Sementara itu, Ketua Ranting NU Jabalsari, KH Ahmad Daroini, menyampaikan laporan dana santunan yang berhasil dihimpun panitia.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat dan para donatur sangat tinggi dalam mendukung kegiatan tersebut.
Baca Juga:
Perkuat Kepedulian Sosial, Pemdes Bukur Bersama Ranting NU Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak YatimMenurutnya, dana tunai yang telah masuk ke panitia mencapai Rp181.855.000.
Jumlah tersebut belum termasuk donasi susulan dari masyarakat melalui amplop yang diperkirakan mencapai Rp70 juta hingga Rp80 juta.
"Alhamdulillah, jika ditotal secara keseluruhan, untuk malam hari ini insya Allah dana santunan yang akan disalurkan kepada anak-anak kita mencapai sekitar Rp260.000.000. Semoga dana ini membawa manfaat fid-dunya wal-akhirah," ujarnya yang disambut lantunan hamdalah dari ribuan jamaah.
Dalam sambutannya, KH Ahmad Daroini juga mengingatkan pentingnya semangat berbagi kepada sesama melalui sebuah peribahasa Jawa.
"Ojo meri, ojo mending. Sing penak dudu sing diwenehi, tapi sing penak iku sing menehi," pesannya dengan bahasa jawa.
Ia juga mendoakan seluruh donatur agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusan.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 34 anak yatim dan piatu dari berbagai dusun di Desa Jabalsari menerima santunan secara simbolis.
Penyerahan dilakukan oleh Kepala Desa Jabalsari, Camat Sumbergempol, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Muslimat NU.
Puncak acara diisi Mauidzah Hasanah yang disampaikan ulama kharismatik Jawa Timur, Dr. KH Marzuki Mustamar, M.Ag.
Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta terus memuliakan anak-anak yatim sebagai salah satu jalan meraih keberkahan.
Dengan gaya penyampaian yang lugas diselingi humor, KH Marzuki Mustamar mengajak masyarakat agar terus melestarikan tradisi keislaman dan memperkuat kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Marzuki Mustamar sebagai harapan agar Desa Jabalsari senantiasa diberikan keberkahan, kerukunan, dan kesejahteraan.(*)