Peluang Kerja di Kabupaten Pacitan Sulit, Penganggguran Didominasi Kaum Pria

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

3 Nov 2023 11:09

Thumbnail Peluang Kerja di Kabupaten Pacitan Sulit, Penganggguran Didominasi Kaum Pria
Potret anak muda yang tengah mengikuti job fair di Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Peluang kerja di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, masih tergolong sulit. Hal ini terlihat dari tingginya angka pengangguran di kalangan usia produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Pacitan pada tahun 2022 mencapai 3,65 persen atau 13.920 orang dari 459.43 ribu jumlah penduduk usia kerja.

Angka ini lebih rendah dari tingkat pengangguran terbuka nasional yang sebesar 5,86 persen. Namun, dari jumlah pengangguran di Pacitan, sebagian besar di antaranya adalah berjenis kelamin laki-laki.

Sementara itu, jumlah penduduk bekerja di Pacitan masih didominasi pekerja berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebanyak 47,23 persen. Sedangkan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi alias diploma dan lulusan universitas sebesar 8,20 persen.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Lapangan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Pacitan adalah sektor pertanian, yaitu sebesar 58,82 persen.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan Supriyono mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya mendapatkan pekerjaan di Pacitan. Mulai minimnya gaji, lapangan pekerjaan, hingga pekerjaan yang ada sengaja tidak diambil karena upah kecil.

"Terus karena peluang kerja yang disenangi sama usia produktif ini memang potensinya sedikit. Begitu juga penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan juga tidak dapat mencukupi," katanya Kamis (2/11/2023).

Pacitan sebenarnya merupakan kabupaten yang mengandalkan sektor pertanian sebagai penopang perekonomiannya. Namun, sektor pertanian terbilang berskala kecil, dan mayoritas pertaniannya mengandalkan cuaca (tadah hujan).

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Belum bisa kalau dibandingkan dengan kabupaten lain, seperti Magetan dan Madiun," imbuhnya.

Selain itu, tambah Supriyono, pertumbuhan industrinya yang juga masih tergolong rendah, turut menyebabkan penyerapan lapangan kerja di sektor industri juga masih seret.

"Contoh seperti di pabrik rokok itu kan mayoritas yang diambil pekerjanya hanya perempuan. Sedangkan untuk pabrik triplek kebanyakan laki-laki," terangnya.

Pihaknya berharap, khususnya bagi anak muda agar mulai mencoba berinovasi, mulai menggunakan teknologi dalam membangun usaha baru. Termasuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan potensi, produk maupun karya hingga dalam upaya penjualan.

"Salah satunya UMKM dengan pemasaran online bisa menjadi peluang ke depan. Tentu, untuk saat ini khususnya anak muda kudu mencoba" ujarnya.

Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Peluang Kerja

Foto Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan Supriyono. 
(Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan Supriyono. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Disdagnaker telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesempatan kerja. Salah satunya dengan membuat asosiasi pengusaha untuk wilayah kabupaten.

Hal itu untuk menyiapkan formula yang tepat dalam menentukan kebijakan. Pun untuk memberikan akses lapangan kerja dan mendukung bertumbuhnya kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Kemarin tanggal 24 Oktober 2023 itu kami sudah bekerjasama untuk mendirikan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID). Anggota di situ terdiri komunitas/perusahaan dari dunia usaha maupun industri yang ada di Pacitan," lanjutnya.

Selain itu, upaya-upaya tersebut disusul melalui adanya pendidikan peningkatan keterampilan masyarakat. Melalui Balai Latihan Kerja yang saat ini masih terus berlanjut.

"Makanya istilahnya kalau sekarang ini dunia kerja itu paling tidak harus punya pengalaman (skill). Pengalaman itu kan tidak hanya cerita di sana-sini tapi kan juga harus tertulis, berwujud sertifikat kan gitu," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Veritas Edukasi Lingkungan Promosikan Indonesia Bersih dan Sejahtera

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Resmi Lantik Zanariah sebagai Pj Wali Kota Kediri

Tags:

pacitan Pengangguran di Pacitan Disdagnaker

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar