KETIK, SURABAYA – Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menggelar kegiatan Lensa Rupa 2026 di Auditorium Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya pada Jumat, 30 Mei 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari tugas praktikum mata kuliah MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibition) tersebut mengusung tema “Beyond The Frame: Proses Kreatif dan Karier di Dunia Perfilman.”
Acara ini dirancang sebagai wadah edukasi, apresiasi, sekaligus inspirasi bagi pelajar SMA dan SMK di Surabaya yang memiliki minat terhadap dunia perfilman dan industri kreatif.
Melalui rangkaian screening film dan talkshow, peserta diajak memahami proses kreatif di balik produksi film sekaligus mengenal berbagai peluang profesi yang tersedia di industri tersebut.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan sambutan dari panitia penyelenggara, kemudian memasuki sesi utama berupa pemutaran film hasil Open Submission yang melibatkan sejumlah sekolah di Surabaya.
Baca Juga:
Industri Makanan dan Minuman Jatim Tumbuh 11,6 Persen, PDRB Tembus Rp451 TriliunFilm pertama yang diputar adalah Satu Meja Makan karya siswa SMK Ketintang Surabaya. Selanjutnya peserta menyaksikan The Future School karya SMK Lab School UNESA 1 Surabaya serta Ketika Mereka Menyambutku karya SMKN 12 Surabaya.
Sebagai penutup sesi screening, panitia menayangkan film Wanoja karya praktisi perfilman sekaligus narasumber kegiatan, Ipank PWO.
Melalui sesi pemutaran film tersebut, peserta tidak hanya menikmati karya visual sebagai hiburan, tetapi juga diajak memahami berbagai unsur yang membangun sebuah film, mulai dari alur cerita, pesan yang disampaikan, hingga teknik penyajian visual yang digunakan.
Panitia menjelaskan bahwa sesi screening dirancang sebagai ruang refleksi agar peserta mampu melihat sebuah film dari perspektif yang lebih mendalam.
Baca Juga:
DPRD Surabaya Bertemu Demonstran, Apresiasi Kepedulian Mahasiswa Terhadap Persoalan BangsaSetiap adegan dipahami sebagai bagian dari proses kreatif yang memiliki makna dan tujuan tertentu.
Sejalan dengan tema yang diangkat, peserta memperoleh gambaran bagaimana sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi karya visual yang mampu menyampaikan emosi, gagasan, dan sudut pandang tertentu kepada penonton.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai tahapan produksi film, mulai dari perencanaan ide, penulisan cerita, proses pengambilan gambar, hingga penyuntingan sebelum karya dipublikasikan.
Setelah sesi pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Ipank PWO sebagai pembicara utama.
Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalaman dan wawasan mengenai perjalanan kreatif dalam memproduksi film.
Ipank menjelaskan bahwa proses pembuatan film tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar sebagai sumber ide dan inspirasi.
Peserta juga diperkenalkan dengan beragam profesi yang terlibat dalam industri perfilman, seperti penulis naskah, sutradara, kameramen, editor, produser, hingga kru produksi yang bekerja di balik layar.
"Perkembangan teknologi digital saat ini membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berkarya dan menampilkan hasil kreativitas mereka melalui berbagai platform digital," ungkapnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait proses produksi film, tantangan di dunia kreatif, hingga peluang karier yang dapat ditekuni di industri perfilman.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia kemudian menyerahkan cinderamata kepada Ipank PWO atas kontribusi dan inspirasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Menjelang penutupan acara, peserta diminta menuliskan pesan dan kesan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Lensa Rupa 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus refleksi atas pengalaman belajar yang mereka peroleh selama acara berlangsung.
Melalui kombinasi screening film dan talkshow, Lensa Rupa 2026 berhasil menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkenalkan dunia perfilman dari berbagai perspektif.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis produksi film, tetapi juga menunjukkan bahwa industri kreatif menawarkan berbagai peluang karier yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi para pelajar untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, serta melihat dunia perfilman dan industri kreatif sebagai salah satu bidang yang menjanjikan di masa depan.(*)