Pasir Merapi Langka, Tapi Proyek Infrastruktur DIY Tetap Lancar!

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Fisca Tanjung

18 Nov 2025 18:56

Thumbnail Pasir Merapi Langka, Tapi Proyek Infrastruktur DIY Tetap Lancar!
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, Selasa 18 November 2025, menyatakan sejauh ini belum ada keluhan resmi yang masuk dari pelaksana proyek konstruksi mengenai kesulitan mendapatkan material pasir. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY memastikan hingga pertengahan November 2025, proyek infrastruktur yang menjadi tanggung jawab mereka masih berjalan lancar dan pasokan material galian golongan C, khususnya pasir, tercukupi.

Pernyataan ini muncul di tengah viralnya pemberitaan soal operasi penertiban penambangan pasir ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang dilakukan Dittipidter Bareskrim Polri.

Meski begitu, warga Sleman seperti Muhammad Arif Rahman yang sedang membangun rumah mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasir. Menurut Arif, kondisi sekarang berbeda dari sebelumnya.

"Pasir langka," keluhnya.

Baca Juga:
Syawalan di Sleman, Sri Sultan HB X: Orang Arif Takut Melanggar Norma

Kelangkaan pasir Merapi juga dirasakan Ahmad Yani. Warga Temanggung yang sudah tujuh bulan merehabilitasi salah satu rumah di Bantul ini mengungkapkan, kekurangan pasokan pasir Merapi baru terasa sekitar satu bulan terakhir.

"Kalau toh ada, kebanyakan pasir dari sungai," kata Ahmad Yani, mencerminkan peralihan material yang terpaksa dilakukan.

Baca Juga:
Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

Pasir Merapi dikenal unggul karena kandungan silikanya yang tinggi dan kualitasnya yang sangat baik untuk bahan bangunan, sehingga tak heran jika disebut sebagai salah satu pasir terbaik di Indonesia, bahkan dunia.

Meski beberapa warga mengaku kesulitan mendapatkan material vital ini, proyek infrastruktur besar milik Pemda DIY tetap berjalan lancar.

Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menegaskan sejauh ini belum ada laporan resmi dari pelaksana proyek terkait kesulitan memperoleh pasir.

"Sampai dengan saat ini, dalam hal pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Dinas PUPESDM DIY, khususnya pekerjaan jalan, belum ada keluhan yang masuk kepada kami terkait kesulitan pasir maupun material galian golongan C lainnya," ujar Anna Rina Herbranti, Selasa, 18 November 2025.

Pernyataan ini muncul menyusul kegiatan penegakan hukum intensif terhadap aktivitas tambang pasir ilegal yang dilaksanakan oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri di kawasan TNGM, yang merupakan salah satu sumber utama pasir di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Proyek Strategis Tetap On Schedule

Anna Rina juga memaparkan bahwa proyek infrastruktur strategis di DIY tetap berjalan lancar sesuai jadwal.

Salah satu proyek konstruksi berskala besar yang dikelola Dinas PUPESDM DIY pada 2025 adalah pembangunan Jalan Prambanan–Gayamharjo. Proyek ini memiliki pagu anggaran mencapai Rp 73 miliar, termasuk kategori proyek dengan nilai di atas Rp 50 miliar.

"Proyek Pembangunan Jalan Prambanan–Gayamharjo menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Sampai dengan 16 November 2025, realisasi fisik telah mencapai 99,23 persen, dengan realisasi keuangan 75 persen. Bahkan, pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal dengan deviasi positif sebesar 4,29 persen," jelasnya.

Menurutnya, Dinas PUPESDM DIY pada tahun anggaran 2025 mengelola anggaran infrastruktur APBD DIY yang mencakup bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Perumahan, dan Sanitasi.

Keberhasilan menjaga jadwal proyek besar ini menjadi indikasi bahwa pasokan material belum mengganggu pekerjaan vital daerah.

Penertiban Tambang Ilegal di TNGM

Sebelumnya, operasi penegakan hukum terhadap penambangan pasir ilegal menjadi sorotan utama. Pada Sabtu 1 November 2025, Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Moh Irhamni, menggelar konferensi pers di Kalibatang Bawah (kawasan TNGM) Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolresta Magelang, Kombes Polisi Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, dan Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi.

Brigjen Polisi Moh Irhamni mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2025 di Blok Kalibatang Bawah berhasil mengamankan 5 alat berat dan 1 unit dump truk.

"Dari penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan, terungkap adanya 39 depo yang menampung pasir dari 36 titik penambangan ilegal. Nilai perputaran uang dari aktivitas penambangan ilegal ini ditaksir mencapai sekitar Rp3 triliun selama kurang lebih dua tahun terakhir," ungkap Direktur Tipidter Breskrim.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai TNGM dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah menyampaikan terima kasih atas dukungan Bareskrim Polri dalam menertibkan penambangan ilegal yang merusak kawasan konservasi tersebut.

Meskipun aktivitas penertiban ini menimbulkan kekhawatiran publik tentang potensi kelangkaan material konstruksi, khususnya pasir, Dinas PUPESDM DIY menegaskan belum ada dampak signifikan yang dirasakan oleh kontraktor pelaksana proyek pemerintah daerah. (*)

Baca Sebelumnya

Inovasi ”E-Kenda” Antar Sidoarjo Raih Medali Emas Penghargaan Nasional Bhumandala Award 2025

Baca Selanjutnya

Bukan Pahlawan, Polisi Tangkap 'Robin Hood' yang Bangun Kerajaan Narkoba di OKU Timur

Tags:

Pasir Langka Pasir Merapi DIY INFRASTRUKTUR Jalan Prambanan-Gayamharjo Pasir Ilegal TNGM Bareskrim Polri DPUPESDM DIY Anna Rina Herbranti Proyek Konstruksi Anggaran APBD 2025

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta

7 April 2026 21:29

Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar