Pasar Online dan Cerita Pedagang di Minulyo Pacitan: Terhambat Usia dan Teknologi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

15 Apr 2025 14:43

Thumbnail Pasar Online dan Cerita Pedagang di Minulyo Pacitan: Terhambat Usia dan Teknologi
Pedagang daster, Astri saat menunjukkan telepon genggam miliknya yang sudah ketinggalan zaman di lapaknya di Pasar Minulyo Pacitan, Selasa, 15 April 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Di sudut selatan area belakang Pasar Minulyo, Pacitan tempat suara toa masjid bersaing dengan teriakan penjual sayur — berdiri sebuah kios pakaian.

Di sanalah Astri (61), juragan baju kaum hawa masih setia menggantungkan hidup dari lembaran kain.

Kiosnya, terpampang daster bunga berdampingan akur dengan piyama karakter kartun, celana legging warna hitam, dan gamis murah meriah seharga upah buruh sehari kerja.

"Ini saya sama suami, jaga bareng. Anak-anak mah udah pada kerja, sudah dengan keluarganya masing-masing," kata Astri sambil menyusun daster baru yang masih wangi plastik pabrik, Selasa, 15 April 2025.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Ibu dua anak itu adalah satu dari sebagian besar pedagang pakaian yang masih setia berjualan dengan cara konvensional. "Nggak bisa Online-online. Ya begini ini," imbuhnya.

Tapi metode dagangnya bukan satu-satunya yang jadul. Ponsel Astri juga seolah bagian dari koleksi antik.

Pun Astri refleks membuka laci dan mengangkat ponsel yang tampak seperti alat komunikasi era penjajahan Belanda. Tombolnya besar, layarnya mungil, tapi tahan terhadap benturan.

"Gimana mau jualan online. Bisanya saja cuma pake HP jaman dulu (jadul),” celetuk Astri sambil menunjukkan HP Nokia 105 Dual SIM kepada Ketik.co.id

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Foto Pasar Minulyo.

Berjalan ke kios lain area tengah, Nana (43), si penjual baju anak-anak, sedang khusyuk membalas pesan pelanggan via WhatsApp (WA).

"Kalau saya sih udah nyoba dikit-dikit online. Kirim foto ke grup atau story WA, biar mereka pilih, saya anter atau mereka jemput. Nggak ribet,” ujarnya sambil memamerkan ponsel pintarnya.

Tapi saat disarankan buat jualan via live TikTok, IG, dan E-commerce, wajah Nana langsung gusar seperti baru tahu kalau harga cabe naik drastis nyaris Rp100 ribu.

"Belum kalau itu. Ngomong depan kamera aja bingung, apalagi promosi daster lewat online. Bisa-bisa pelanggan malah kabur," ucapnya dengan tawa khas emak-emak.

Nana mengatakan, anjloknya daya beli pakaian di pasar mulai terasa sejak Juni 2022. Benar memang, paling terdampak adalah pedagang kain, dan jika ditunut mengikut tren, mereka tak mampu.

“Ya susah memang. Pembeli sekarang maunya belanja sambil rebahan. Klik-klik, baju langsung nyampe. Gak bisa ditawar sih, tapi katanya lebih praktis,” kata Nana geleng-geleng kepala.

Foto Pasar Minulyo.

Padahal, biaya sewa tetap jalan — Rp2,5 juta per tahun untuk bagian depan, dan Rp2 juta untuk lokasi belakang seperti kios Astri dan Nana. Mereka dan 40-an pedagang pakaian setempat mengaku mengalami hal serupa.

"Dulu bisa dua karung ngambi di Kota Solo per minggu. Sekarang, ya paling satu. Itu juga harus pilih-pilih motif yang kira-kira bikin pembeli pengen beli," tutur Nana soal perbandingan kulakan baju dulu dengan sekarang.

Di tengah pasar yang makin pelan nadinya, satu hal yang tetap berdenyut kencang adalah semangat para pedagangnya. Meski mereka tergerus digitalisasi, pedagang kain, Anik (50) percaya, rezeki tak selalu datang lewat algoritma online.

“Kalau ada pelatihan buat orang tua jualan online ya saya nggak bisa ikutan. Saya nitip saja yang muda buat ikut,” ujarnya sambil menatap langit-langit kiosnya yang berada di paling depan area pasar. (*)

Baca Sebelumnya

Rupiah Menguat di Tengah Ketidakpastian, Masih Berpeluang Melemah

Baca Selanjutnya

Rektor UHT: Semangat Idulfitri Jadi Penggerak Dedikasi dan Profesionalisme

Tags:

pacitan Pasar Minulyo Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar