Panas Ekstrem Landa Jawa Timur, BPBD: Suhu Pacitan Tembus 35,1 Derajat

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

22 Sep 2025 15:21

Thumbnail Panas Ekstrem Landa Jawa Timur, BPBD: Suhu Pacitan Tembus 35,1 Derajat
Lalu lalang masyarakat di Kabupaten Pacitan ditengah suhu udara yang mencapai 35,1 derajat Celsius, hari ini, Senin, (22/9/2025). (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Suhu udara di Kabupaten Pacitan tercatat mencapai 35,1 derajat Celsius, hari ini, Senin, 22 September 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, mengatakan kondisi ini dirasakan warga sebagai hawa panas yang cukup menyengat sejak pagi hingga sore hari.

Radite mengatakan fenomena suhu maksimum di seluruh daerah di Jawa Timur pada periode ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam maupun kondisi lingkungan.

“Untuk Pacitan kan 35,1 derajat Celcius,” ujarnya mengacu rilis BMKG.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Posisi Matahari (Equinox) pada bulan September, matahari berada di sekitar garis khatulistiwa.

Kondisi ini membuat wilayah yang dilintasi, termasuk Jawa Timur, menerima paparan sinar matahari lebih intens sehingga suhu terasa lebih panas.

Diketahui, Jawa Timur masih berada dalam puncak musim kemarau.

Langit yang cerah dan hampir tanpa awan membuat radiasi matahari langsung menembus ke permukaan bumi tanpa penghalang, sehingga memicu kenaikan suhu signifikan.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Kawasan perkotaan cenderung lebih panas dibandingkan pedesaan.

Hal ini disebabkan oleh kepadatan bangunan, minimnya ruang terbuka hijau, serta berkurangnya vegetasi.

Kondisi tersebut menciptakan fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan.

Dia menyebutkan, gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) atau Gelombang Rossby yang melintas di Jawa Timur bisa memperkuat cuaca ekstrem. Meski begitu, penyebab utama suhu tinggi tetap terkait dengan minimnya tutupan awan.

BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap risiko dehidrasi, kelelahan, maupun kebakaran lahan di musim kemarau ini.

“Masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta menjaga kesehatan,” demikian keterangan BMKG.

Panas ekstrem ini diperkirakan masih berlanjut hingga awal Oktober, seiring dengan pergeseran posisi matahari dari garis khatulistiwa.

Meski begitu, suhu panas kali ini masih lebih rendah dari rekor historis Jawa Timur, yaitu 39,9°C yang tercatat di Lamongan pada 17 Oktober 2018.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk:

  • Menghindari dehidrasi dengan memperbanyak minum air putih.
  • Mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hari.
  • Membatasi aktivitas luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya.

“Warga perlu waspada dampak suhu panas ekstrem, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan,” tambah Radite.

BMKG memprediksi suhu panas ini masih berpotensi berlanjut hingga beberapa hari ke depan seiring berlangsungnya musim kemarau, sebelum nantinya memasuki masa peralihan ke musim hujan.(*)

Baca Sebelumnya

realme 15 Series 5G Era Baru Fotografi Mobile dengan AI Edit Genie, Cukup Ucapkan Perintah

Baca Selanjutnya

Sing Out Loud 2025, Ajang Spektakuler Bakat Vokal Bergengsi Hadir di PRO AVL Indonesia!

Tags:

pacitan BPBD Pacitan BMKG Jawa timur

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar