KETIK, PROBOLINGGO – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) resmi membuka Orientasi Pengenalan Kampus dan Pesantren (Ospektren) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026 pada Ahad, 13 September 2026. 

Kegiatan digelar serentak di dua lokasi, yakni Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mahasiswa dan Aula II untuk mahasiswi, dan berlangsung selama dua hari, 13–14 September 2026.

Dalam sambutannya, Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa masa orientasi bukan sekadar ajang pengenalan lingkungan kampus, melainkan momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami arah pendidikan yang akan mereka tempuh. Ia menyebut mahasiswa perlu memahami visi-misi UNUJA, tujuan memilih program studi, sistem SKS, mekanisme pembayaran, prosedur akademik, organisasi kemahasiswaan, hingga profil lulusan.

"Indikator keberhasilan Ospektren adalah ketika mahasiswa memahami mengapa memilih program studi tersebut, apa manfaatnya, dan akan menjadi apa setelah lulus," ujar Rektor.

Rektor juga menekankan bahwa identitas UNUJA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa UNUJA pada hakikatnya adalah bagian dari keluarga besar santri Nurul Jadid, baik yang menetap di pesantren maupun tidak. Karena itu, pembinaan keagamaan tetap menjadi bagian dari proses pendidikan, melalui kegiatan membaca Al-Qur'an, pendalaman ilmu agama, hingga pengajian rutin bersama pengasuh.

Baca Juga:
Rakernas IMMAPSI Pusat 2026 di UNUJA, Soroti Tiga Langkah Revitalisasi Pendidikan di Era Digital

Lebih lanjut, Rektor menekankan tiga nilai utama yang menjadi landasan UNUJA. Berdampak berarti ilmu dan keberadaan mahasiswa harus memberi manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Unggul mencerminkan tradisi keunggulan UNUJA yang sejak berdiri pada 2017 telah berkembang pesat, dengan target meraih predikat Unggul pada tahun ini. Adapun Sejahtera dimaknai sebagai keseimbangan antara manfaat dan keunggulan dengan kesejahteraan material maupun spiritual.

Rektor turut mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui penguatan jiwa entrepreneurship.

"Kita berupaya agar sarjana UNUJA menjadi muslim yang saleh, beriman, bertakwa, mandiri, unggul, dan bermanfaat bagi semua," tegasnya.

Ditutup dengan Post-Test

Baca Juga:
Mahasiswa UNUJA Unjuk Gigi Membatik di HARJAKAPRO ke-280

Rangkaian Ospektren 2026 dijadwalkan ditutup dengan post-test yang bertujuan mengukur sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan selama masa orientasi.(*)