Mahasiswa UNUJA Unjuk Gigi Membatik di HARJAKAPRO ke-280

22 April 2026 12:10 22 Apr 2026 12:10

Ponirin, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mahasiswa UNUJA Unjuk Gigi Membatik di HARJAKAPRO ke-280

Mahasiswa UNUJA membatik di HARJAKAPRO ke-280 (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Semangat melestarikan budaya lokal terus digelorakan oleh sivitas akademika Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Melalui tim Batik Santri Patriot, mahasiswa UNUJA turut ambil bagian dalam kemeriahan Demonstrasi Membatik dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (HARJAKAPRO) ke-280.

Acara yang berlangsung mulai 17 hingga 26 April 2026 di Alun-alun Kraksaan ini menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk membuktikan bahwa generasi muda tetap peduli terhadap warisan wastra Nusantara.

Bergabung di Stand Rumah Batik bersama para pelaku UMKM dan pembatik senior se-Kabupaten Probolinggo, empat mahasiswi dari Santri Patriot Puteri menjadi garda terdepan UNUJA. Mereka tidak hanya memajang karya, tetapi juga terjun langsung mendemonstrasikan proses pembuatan batik dari hulu ke hilir.

Didampingi oleh instruktur profesional, Yayuk dari Sumber Ayu Batik Pakuniran, para mahasiswa ini memperagakan; Ketelitian dalam menggoreskan malam di atas kain, Proses Pewarnaan: Teknik pemberian warna yang menghidupkan motif batik, nteraksi Pengunjung: Mengajak warga yang hadir untuk mencoba mencanting secara langsung.

“Di sini kami tidak hanya mempromosikan karya batik, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengenal dan belajar membatik agar minat terhadap seni batik semakin meningkat,” ujar salah satu perwakilan tim dengan antusias.

Keterlibatan mahasiswa ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Fira, salah satu pengunjung, mengaku sangat terkesan dengan adanya demonstrasi ini. Ia berharap konsep acara seperti ini terus dikembangkan karena efektif dalam mempromosikan potensi daerah sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Bagi tim UNUJA, kegiatan ini lebih dari sekadar partisipasi dalam perayaan hari jadi kabupaten. Wardatus Shofiah, perwakilan dari tim UNUJA, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung di lapangan.

"Pengalaman ini menjadi sarana penting bagi kami untuk melestarikan budaya lokal. Kami ingin menginspirasi generasi muda lainnya agar tetap mencintai dan bangga mengenakan batik sebagai warisan bangsa," ungkap Wardatus.

Universitas Nurul Jadid kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap melestarikan adat dan budaya.

Tombol Google News

Tags:

unuja Nurul Jadid pondok pesantren Hari Jadi Kabupaten Probolinggo