Oknum Polisi di Pacitan Diduga Rudapaksa Tahanan, Kopri PMII Pacitan Beri Komentar

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

20 Apr 2025 16:15

Headline

Thumbnail Oknum Polisi di Pacitan Diduga Rudapaksa Tahanan, Kopri PMII Pacitan Beri Komentar
Ketua KOPRI PMII Pacitan, Fitria Larasati angkat bicara soal kasus oknum polisi diduga perkosa tahanan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tembok penjara bukan hanya membatasi kebebasan. Ia seharusnya melindungi.

Namun, alih-alih aman, ruang tahanan di Mapolres Pacitan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang perempuan berinisial PW.

Dan kini, kemarahan tak lagi bisa dibendung. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (KOPRI) Cabang Pacitan memberikan komentar.

“Jelas geram! Apa mau anakmu perempuan atau ibumu diperlakukan seperti itu?” ujar tegas Ketua Kopri PMII Pacitan, Fitria Larasati, Minggu, 20 April 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Dengan suara lantang, Fitria menyebut dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi berpangkat Aiptu—yang menjabat sebagai Kasat Tahti sementara—sebagai tamparan keras bagi kepercayaan publik pada aparat penegak hukum.

“Tahanan itu bukan objek pelampiasan. Ia manusia. Dan manusia, siapapun dia, berhak atas perlindungan,” ujarnya.

Tak cukup dengan kecaman, Kopri PMII Pacitan juga mendesak keras kepada Polda Jawa Timur: usut tuntas tanpa ampun pelaku!

Mereka menuntut transparansi total, penegakan hukum yang tak pandang bulu, dan sanksi ganda—pidana dan etik—bagi pelaku.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

“Kalau institusi ini masih ingin dipercaya rakyat, bersihkan diri dari predator berseragam!. Bagaimana nasib napi perempuan lain jika didalamnya isinya oknum-oknum seperti itu,” lontar Fitria.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik “main sapu di bawah karpet” demi menyelamatkan nama institusi. “Ini bukan soal nama baik, ini tentang martabat perempuan!”

Kopri PMII Pacitan tak berhenti pada desakan. 

Mereka juga membuka ruang konseling dan pendampingan hukum bagi korban kekerasan seksual di Sekretariat PMII Pacitan yang terletak di Jalan Veteran No 20, Slagi.

Gerakan ini sekaligus menjadi sinyal bagi siapa pun: diam bukan lagi pilihan.

“Kami ajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk berani bersuara. Lawan bersama-sama. Kekerasan seksual adalah kejahatan, bukan aib korban!," tegas Fitria.

Sebagai informasi, kasus ini mencuat awal April 2025. Seorang oknum polisi, Aiptu LC, diduga melakukan pemerkosaan terhadap tahanan perempuan di dalam ruang tahanan Mapolres Pacitan.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Propam Polda Jatim, dan masih dalam tahap penyelidikan.

Namun, bagi Kopri PMII Pacitan, ini bukan sekadar menanti proses. Ini soal menyalakan lampu peringatan keras: jangan main-main dengan tubuh dan hak perempuan!. (*)

Baca Sebelumnya

Ketika Pedestrian Jalan Tunjungan Rusak Mengganggu Langkah

Baca Selanjutnya

Berkunjung ke Rumah Nenek, Pria di Jember Nekat Bunuh Diri, Ini Motifnya

Tags:

pacitan PMII Pacitan Kopri Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar