KETIK, MALANG – Warga Malang Raya, terutama generasi mudanya, makin keranjingan berinvestasi di pasar modal. Alih-alih cuma menyembunyikan uang di bawah kasur atau sekadar di tabungan biasa, mereka mulai berbondong-bondong menyerbu dunia saham dan reksa dana. 

Fenomena ini terekam jelas dalam data terbaru yang dirilis oleh OJK Malang. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Total Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas resmi investor lokal tercatat meroket hingga 56,24 persen secara year-on-year (yoy) dengan total mencapai 476.091 SID. 

Menariknya lagi, masyarakat Malang tampaknya paling kepincut dengan instrumen investasi yang praktis dan ramah pemula, yaitu reksa dana. Hal ini terlihat dari ledakan jumlah pengguna platform elektronik S-INVEST yang memfasilitasi transaksi reksa dana. 

Pertumbuhan SID S-INVEST di Malang sukses mencetak angka tertinggi, yaitu melonjak 56,59 persen (yoy) dan kini mengantongi 451.107 SID per 31 Maret 2026. Selain reksa dana, pasar saham juga makin ramai. Nilai transaksi saham di Malang melesat tajam sebesar 59,26 persen (yoy), yang diikuti dengan kenaikan frekuensi transaksi sebesar 5,98 persen serta volume perdagangan saham sebesar 1,08 persen. 

Ledakan angka investor ini tentu tidak jatuh dari langit. OJK Malang tercatat sangat rajin "turun ke jalan" untuk mengedukasi warga. Hingga akhir April 2026 saja, OJK telah menggelar 46 kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang sukses diikuti oleh total 82.919 peserta di Malang Raya. 

Baca Juga:
Kredit Konsumsi Meroket, Warga Malang Raya Ternyata Gemar Belanja dan Melek Investasi

Meskipun investasi digital sedang digandrungi , stabilitas sektor keuangan konvensional di Malang pun tetap kokoh. Dana Pihak Ketiga (DPK) alias tabungan masyarakat di bank konvensional tetap tumbuh manis sebesar 4,93 persen menjadi Rp105,50 triliun. Sektor kredit perbankan juga tetap didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan porsi penyaluran terbesar di angka 30,02 persen. (*)

Baca Juga:
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran