[NATARU 1] Termasuk dari Sukatani, Deretan Lagu Musisi Indonesia yang Mengkritik Korupsi di Tubuh Kepolisian

Editor: Muhammad Faizin

23 Des 2025 06:00

Thumbnail [NATARU 1] Termasuk dari Sukatani, Deretan Lagu Musisi Indonesia yang Mengkritik Korupsi di Tubuh Kepolisian
Band Sukatani, salah satu kelompok musik yang berani mengkritik polisi melalui karyanya. (Foto: Instagram Sukatani)

KETIK, SURABAYA – Sekitar awal tahun 2025, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar dugaan persekusi yang dialami band Sukatani. Kelompok musik bergenre punk-rock itu diduga mengalami persekusi setelah mereka tiba-tiba membuka identitasnya dan menyatakan mencabut lagu “Bayar, Bayar, Bayar”.

Seolah tak ingin kehilangan muka, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo tiba-tiba menawarkan agar dua personel band Sukatani itu mau menjadi Duta Polri. Beruntung, tawaran itu ditolak Sukatani.

Lagu “Bayar, Bayar, Bayar” pun semakin viral, terutama saat marak demonstrasi Indonesia Gelap pada sekitar Februari 2025.

Lagu “Bayar, Bayar, Bayar” seolah menjadi luapan kemarahan dan frustasi publik terhadap kepolisian yang belum juga berbenah.

Baca Juga:
Termasuk dari Sukatani, Deretan Lagu Musisi Indonesia yang Berani Kritik Polisi Korup

Namun jika ditilik ke belakang, sebenarnya ada begitu banyak lagu yang diciptkaan musisi Indonesia untuk menyindir atau bahkan mengkritik keras kepolisian yang dinilai belum sepenuhnya bebas dari praktik korupsi, pungli, suap ataupun pemerasan.

Termasuk lagu dari Sukatani Band, berikut ini kami sajikan sembilan lagu terbaik dari musisi Indonesia yang secara terang atau simbolik mengkritik praktik korupsi dan penyimpangan di tubuh kepolisian.

 

1. Sukatani – “Bayar, Bayar, Bayar”

Baca Juga:
Setelah "Bayar Bayar Bayar", Sukatani Kembali Gebrak dengan "Tumbal Proyek"

Lagu ini menjadi ikon kritik kontemporer karena bahasanya yang polos, langsung, dan tanpa metafora. Sukatani tidak sedang berteori—mereka bercerita.

 

Mau bikin SIM, bayar polisi

Ketilang di jalan, bayar polisi

Touring motor gede, bayar polisi

Angkot mau ngetem, bayar polisi

 

Pengulangan frasa “bayar” menegaskan satu pesan: hukum digambarkan sebagai transaksi. Lagu ini terasa mengganggu karena terlalu dekat dengan realitas sehari-hari banyak orang.

 

2. Iwan Fals – “Polisi dan Bajingan”

Jauh sebelum era punk digital, Iwan Fals sudah menjadi simbol perlawanan dan kritik musisi terhadap rezim Orde Baru. Dalam salah satu lagunya, Iwan Fals menempatkan polisi dan penjahat dalam satu tarikan napas—sebuah kritik yang tajam pada zamannya.

 

Mana polisi mana bajingan

Semua larut lebur dalam permainan

Orang mati karena dibunuh sudah biasa

 

Lirik ini menggugat moralitas aparat yang seharusnya menjadi pembeda antara hukum dan kejahatan, namun faktanya justru sebaliknya.

 

3. Seringai – “Lencana”

Seringai memilih pendekatan simbolik. “Lencana” menjadi metafora kekuasaan yang bisa mengubah benar dan salah.

 

“Di balik lencana, kuasa bicara

Benar dan salah bisa ditukar harga”

 

Kritik lagu ini tidak hanya soal individu, tetapi soal sistem yang memungkinkan kewenangan diperdagangkan.

 

4. Morfem – “Pilih Sidang atau Berdamai”

Morfem menangkap praktik hukum yang sangat familiar di ruang-ruang polisi: pilihan antara proses hukum atau “jalan damai”.

 

“Pilih sidang atau berdamai

Semua bisa selesai hari ini”

 

Lirik ini menyindir budaya kompromi yang kerap menjadi pintu masuk suap, terutama dalam perkara-perkara kecil yang seharusnya diproses secara adil.

 

5. The Brandals – “Awas Polizei!”

Dengan nada sinis, The Brandals menggambarkan polisi sebagai sosok yang justru menciptakan ketegangan.

 

“Datang bukan menolong

Datang bawa urusan”

 

“Urusan” di sini menjadi kode sosial—sesuatu yang sering kali berujung pada razia bermotif pungli atau intimidasi.

 

6. Turtles Jr – “ACAB”

Dalam tradisi hardcore punk, kritik disampaikan tanpa basa-basi. Lagu ini merupakan ekspresi kemarahan terhadap institusi yang dianggap sistemik bermasalah.

 

“Seragam bukan jaminan keadilan

Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atasan”

 

Nada ekstremnya mencerminkan rasa putus asa terhadap sistem hukum yang tak pernah dirasakan setara.

 

7. ROTOR – “Pluit Phobia”

ROTOR mengangkat ketakutan simbolik terhadap peluit polisi—suara kecil yang memicu kecemasan besar.

 

“Peluit berbunyi, dompet pun gemetar”

 

Lirik ini merangkum pengalaman kolektif tentang razia dan pungutan liar yang telah lama menjadi rahasia umum.

 

8. Navicula – “Mafia Hukum”

Navicula termasuk band punk-rock yang vokal mengkritik pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika lembaga anti rasuah itu masih berada di puncak kejayaannya sebagai lembaga yang paling dipercaya publik.

Melalui lagu “Mafia Hukum”, Navicula mengkritik praktik lancung yang dilakukan tidak hanya oleh polisi, tetapi juga unsur lain dalam sistem penegakam hukum. Seperti jaksa dan hakim.

 

“Hukum dikuasai mafia

Keadilan dijual bebas”

 

Polisi dalam lagu ini bukan aktor tunggal, melainkan bagian dari jaringan sistemik yang membuat hukum mudah diperjualbelikan.

 

9. Doel Sumbang – “Polisi Noban”

 

Dengan gaya satire khas Sunda, Doel Sumbang menyampaikan kritik lewat humor yang pahit.

 

“Polisi noban, rakyat mah nahan”

 

“Noban” (menonton) menjadi sindiran: aparat digambarkan pasif atau justru menikmati situasi, sementara rakyat kecil menanggung akibatnya. Kritik Doel Sumbang terasa ringan di permukaan, namun pedas di makna.

 

Musik sebagai Ekspresi Protes dan Ketidakpercayaan

Jika dirangkai, lagu-lagu ini membentuk semacam arsip sosial: catatan panjang tentang ketidakpercayaan publik terhadap kepolisian akibat praktik korupsi yang terus berulang. Perbedaan genre dan generasi justru memperkuat pesan bahwa persoalan ini lintas zaman.

Lagu bernada kritik kepada polisi sejatinya sudah populer sejak puluhan tahun lalu di Indonesia. Namun, harapan agar polisi berbenah, justru terasa semakin jauh dalam beberapa waktu terakhir. (*)

Baca Sebelumnya

Tips Aman Main Kembang Api, Ayah Bunda Wajib Tahu!

Baca Selanjutnya

Helmi Umar Muchsin Bicara Keberlanjutan Agromaritim di Desa Gunange Kayoa

Tags:

Polisi korup Sukatani Kritik DPR lagu kritik pemerintah

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar